oleh

Yang Diketahui dari Serangan Israel Tewaskan Warga Palestina

Headlines.id – Serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa dan sejumlah target lainnya terus memakan korban jiwa dari pihak warga sipil. Diketahui serangan berdarah pecah di hari-hari terakhir umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Bentrokan berdarah tidak bisa terelakkan usai permasalahan penggusuran pemukiman keluarga Palestina mencuat. Para pemukim Yahudi menggugat tanah-tanah tersebut secara legal milik mereka.

Berikut rangkuman serangan Israel ke Masjid Al-Aqsa dan sejumlah target lainnya yang memicu korban jiwa dan kecaman dari berbagai pihak.

Bentrok Usai Buka Puasa

Bentrok antara warga Palestina dan polisi Israel pecah pada Jumat (7/5) malam waktu setempat di sekitar Masjid Al-Aqsa. Serangan peluru karet dan granat kejut dilakukan kepada warga yang melemparkan batu.

Melansir dari kantor berita Reuters, Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan. Ketegangan meningkat usai protes menentang pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah, wilayah yang diklaim pemukim Yahudi.

Sidang banding yang diajukan keluarga Palestina ke Mahkamah Agung terkait sengketa tanah yang berpotensi memicu penggusuran itu telah ditunda oleh otoritas kehakiman Israel, setelah dijadwalkan untuk digelar pada Senin (10/5) waktu setempat.

Al-Aqsa Memanas

Berselang beberapa hari, bentrokan kembali terjadi pada Senin (10/5). Insiden itu dilakukan menjelang rencana pawai untuk memperingati pencaplokan Yerusalem oleh Israel dalam perang tahun 1967 silam, atau yang dikenal sebagai Hari Yerusalem di negara Yahudi itu.

“Lebih dari 275 warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut,” demikian pernyataan Bulan Sabit Merah, seperti dilansir Reuters, dengan 205 orang diantaranya dibawa ke rumah sakit dan lima lainnya mengalami luka serius.

Serangan Roket Hamas ke Israel

Sebagai bentuk peringatan agar Israel menarik pasukannya dari Masjid Al-Aqsa, Hamas melancarkan serangan roket dari Jalur Gaza ke Israel.

Israel pun membalas dengan melancarkan gempuran senjata ke wiilayah Gaza. Aksi saling serang terus terjadi dan kian membuat dua wilayah konflik ini terus memanas hingga kini.

“Kita telah memulai, dan saya ulangi, telah mulai untuk menyerang target-target militer di Gaza,” cetus juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus. “Kita sudah mempersiapkan berbagai skenario, termasuk skenario intensitas tinggi… Hamas akan mendapatkan pesannya,” imbuh Netanyahu yang menggelar rapat dengan jajaran petinggi militer Israel dan dinas keamanan Shin Bet.

Pada serangan Rabu (12/5), empat komandan militer Hamas tewas akibat gempuran Israel ke wilayah Gaza. Netanyahu menyebut serangan tersebut mengancam nyawa para militer Palestina.

“Ini baru permulaan, kami akan memberikan pukulan yang tidak mereka impikan,” katanya saat mengunjungi seorang gadis Israel yang terluka dalam serangan roket di sebuah rumah sakit di pusat negara.

Rayakan Lebaran di Tengah Gempuran

Warga Palestina yang merayakan hari Raya Idul Fitri harus ekstra bersabar lantaran serangan udara Israel tak kunjung berhenti. Ribuan orang memenuhi komplek masjid Al-Aqsa untuk menunaikan sholat Idul Fitri berjamaah.

Sebagian besar Gaza sudah bangun. Dari waktu ke waktu Anda mendengar ledakan keras, dan gedung-gedung terguncang,” kata Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera.

Di momen perayaan tersebut, korban juga terus berjatuhan. Di lingkungan Tel al-Hawa, Gaza, seorang wanita hamil, Reema Telbani dan anaknya tewas dalam serangan Israel di rumah mereka. Pasangan lansia di lingkungan Sheikh Zayed di Gaza juga terkubur di bawah reruntuhan kediaman mereka, setelah serangan Israel.

Meskipun ada seruan internasional untuk segera menghentikan semua gempuran, termasuk dari Sekjen PBB Antonio Guterres, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji serangan di jalur Gaza akan berlanjut sebagaimana diperlukan untuk memulihkan ketenangan di Israel.

10 Warga Ditembak Tentara Israel di Tepi Barat

Wilayah Tepi Barat juga tak luput dari serangan Israel. Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, sedikitnya 10 warga Palestina tewas akibat tembakan tentara-tentara Israel selama bentrokan pada Jumat (14/5) waktu setempat.

Menurut sumber-sumber, aksi protes yang diwarnai kekerasan terjadi di berbagai penjuru Tepi Barat, dengan sebagian besar pemuda Palestina melemparkan batu, bom molotov dan proyektil lainnya ke pasukan Israel, yang membalas dengan melepaskan gas air mata, peluru karet dan peluru tajam.

Militer Israel menyatakan seperti diberitakan Arab News, Sabtu (15/5/2021), salah satu korban termasuk warga Palestina yang tewas setelah mencoba menikam seorang tentara. Pejabat kesehatan Palestina mengkonfirmasi kematian itu.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sembilan warga Palestina lainnya tewas dalam bentrokan lemparan batu dengan pasukan Israel di beberapa lokasi di Tepi Barat.

Kantor Berita Diserang Rudal Israel

Tak hanya menyasar sejumlah lokasi di Gaza, Israel juga melancarkan serangan ke kantor berita Associated Press hingga Al-Jazeera.

Seorang jurnalis Palestina terluka dalam serangan itu, puing-puing serta pecahan peluru terbang puluhan meter jauhnya.

Militer Israel mengatakan, “Jet tempurnya menghantam gedung bertingkat yang berisi aset militer milik kantor intelijen organisasi teror Hamas”.

(detikcom/hli)




Komentar