Hukum, Rukun, Syarat i’tikaf
Anda juga perlu mengetahui prosedur tentang kinerja i’tikaf di Masjid, caranya, berikut penjelasannya:
Hukum Itikaf
Hukum itikaf awalnya sunnah, tetapi bisa wajib jika seseorang mengatakan itu. Hukum itikaf juga dapat dilarang jika dilakukan oleh istri tanpa izin suami.
Hukum itikaf menjadi makrukh jika dilakukan dengan berperilaku atau berpakaian sedemikian rupa untuk menarik perhatian orang lain sehingga dapat menimbulkan fitnah, bahkan jika disertai dengan izin.
Rukun Itikaf
Rukun itikaf yang harus dipenuhi saat melaksanakannya,
- Niat
- Tinggal di Masjid (setidaknya selama Shalat Tumanin)
- Masjid, tetapi di sekolah Hanafi untuk wanita diizinkan untuk melakukan itikaf di rumah orang yang tikaf
Ketentuan i’tikaf
Kondisi orang yang melakukan i’tikaf:
IslamMasuk akalBebas dari Hadas besar
Dengan demikian, seseorang yang memenuhi itikaf, tetapi tidak memenuhi persyaratan di atas, dianggap tidak sah. Itikaf di Bulan Ramadhan membantu kita mengevaluasi diri kita sendiri. Dengan itikaf, kita akan fokus pada diri kita sendiri dan menjauh dari kebanggaan.
Adapun fakta bahwa ada 9 Hal Yang Membatalkan i’tikaf
Berikut adalah beberapa hal yang dapat membatalkan i’tikaf
- Pasangan yang sudah menikah
- Penghapusan sperma
- Mabuk yang disengaja
- Murtad (keluar dari agama islam)
- Periode di mana i’tikaf biasanya cukup selama periode suci
- Periode Postpartum
- Pergi keluar tanpa alasan
- Keluar untuk memenuhi kewajiban yang dapat ditunda
- Keluar disertai dengan alasan hingga beberapa kali, tetapi keluar sendiri








