HEADLINES.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan arah ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 dirancang sebagai agenda strategis jangka panjang, bukan sekadar jargon pembangunan, dengan Asta Cita menjadi kerangka utama kebijakan lintas generasi.
Dalam agenda tersebut, pemerintah menempatkan pertumbuhan ekonomi tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan hasil pembangunan sebagai satu kesatuan kebijakan yang saling mengunci, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Untuk menjaga ritme ekonomi nasional tetap solid, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah mengandalkan tiga mesin pertumbuhan utama yang harus bergerak serempak, yakni kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan investasi.
“Asta Cita menuntut pertumbuhan tinggi, stabilitas nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan. Mesin pertumbuhan harus bekerja selaras. Mesin fiskal, mesin sektor keuangan, dan investasi,” ujar Menkeu dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung yang digelar daring, Selasa (13/01).
Dari sisi fiskal, pemerintah menargetkan belanja negara dieksekusi secara disiplin dengan prinsip tepat waktu, tepat sasaran, dan bebas kebocoran agar dampaknya langsung terasa bagi perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
Di sektor keuangan, penguatan koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia terus dilakukan agar kebijakan moneter dan fiskal berjalan searah dalam menjaga stabilitas harga, nilai tukar, dan sistem keuangan nasional.
Sementara itu, investasi diposisikan sebagai pendorong utama ekspansi ekonomi nasional melalui pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah yang bertugas mengurai hambatan investasi secara sistematis.
Melalui mekanisme evaluasi rutin setiap pekan, pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari perizinan hingga hambatan lintas sektor, agar iklim investasi semakin kompetitif dan berkelanjutan.
“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu, sistem fiskal, moneter, dan investasi sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa.
Sejalan dengan strategi tersebut, arah kebijakan APBN 2026 dirancang ekspansif namun tetap terukur dengan fokus pada delapan agenda prioritas yang menopang transformasi ekonomi nasional.
Belanja negara difokuskan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat, memperkuat fondasi jangka panjang, serta mendorong peningkatan produktivitas sebagai kunci menjaga momentum ekonomi nasional menuju 2045.











