Toyota Resmi Rilis Versi Sedan dan Hatchback Corolla Nightside

Toyota Corolla Nightside
Foto: Twitter.com/ @therealautoblog

HEADLINES.ID – Toyota kembali merilis varian Nightshade Edition Corolla yang tersedia untuk versi sedan dan hatchback guna memberikan pengalaman unik kepada pelanggan.

Paket yang mereka jual mencakup desain gelap di samping beberapa perubahan kecil pada elemen lainnya. Modifikasi tersebut antara lain penggunaan pelek ring 18 inci, dan untuk menambah kesan atletis, item tersebut dilapisi dengan warna perunggu.

Selain itu, Toyota Corolla Nightshade hadir dengan mesh grille yang menambah aksen sporty yang lebih kental.

Antena sirip hiu, diffuser rendah, dan sayap sport berventilasi semuanya berwarna hitam, begitu pula kaca spion dan lambang belakang.

Toyota telah memberikan sejumlah pilihan skema warna kepada pembeli yang tertarik, termasuk Midnight Black Metallic, Classic Silver Metallic, atau Ice Cap.

Sebaliknya, mereka memilih skema warna two-tone untuk model hatchback, memilih antara solid Midnight Black Metallic, Classic Silver dengan atap hitam, atau Windchill Pearl dengan atap hitam.

Paket audio JBL menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin meningkatkan sound system demi kenyamanan.

Hal tersebut mungkin juga untuk menambahkan paket Nightsade ke level SE Premium, yang akan menghadirkan fitur-fitur seperti sunroof bermotor, pengisian daya nirkabel, pemantauan titik buta, dan peringatan lintas belakang.

Tipe ini masih mengusung mesin empat silinder 1,8 liter dengan dua motor generator yang mampu menghasilkan 5 liter bahan bakar per 100 kilometer sebagai jantung mekanisnya.

Menteri Perindustrian Agus Tanggapi Kritik dari Anies Baswedan

Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, menentang kebijakan pemerintah memberikan subsidi kendaraan listrik. Ia itu menilai insentif kendaraan roda empat ramah lingkungan ini hanya akan membuat jumlah kendaraan di jalan raya bertambah.

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, menanggapinya dengan meminta agar kebijakan tersebut mendapat evaluasi secara keseluruhan. Menperin menyoroti bahwa tujuan dari program subsidi adalah untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik di masyarakat. Terutama mengurangi emisi karbon dari kendaraan bekas.

“Jadi kalau kita lihat perkembangan industri EV (kendaraan listrik) jangan kita lihat dari satu faktor saja. Tapi kita harus melihat keseluruhan faktor.”

Menurut Agus, kebijakan penanganan kendaraan listrik berlaku untuk semua sektor, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem akan terkena dampak dari kebijakan subsidi kendaraan listrik.

“Karena kita juga membentuk lingkungan, manfaat, dan tujuan yang tadi saya utarakan tidak bisa kita lihat dari satu unsur saja.” jelas Agus.