Tedak Siten Tradisi Masyarakat Jawa

Tedak Siten Masyarakat Jawa
Foto : @adat.jawa.planner

Headlines.id – Indonesia Sendiri memiliki banyak sekali ragam budaya dan tradisi turun temurun hingga saat ini seperti contohnya Tedak Siten Tradisi Masyarakat Jawa.

Sampai saat ini masih banyak sekali masyarakat jawa yang melakukan tradisi ini dan untuk kalian yang penasaran bisa simak ulasan berikut ini.

Pengertian Tedak Siten Masyarakat Jawa

Tedak Siten Masyarakat Jawa
Foto : @adat.jawa.planner

Tedak siten memiliki arti kata tedak, yang berarti” Menginjak”, dan siten, yang berarti”tanah”. Jadi, tedak siten berarti Berjalan di tanah.

Upacara Tedak siten tradisional tidak diketahui baik oleh penciptanya maupun orang yang pertama kali melakukannya.

Upacara ini telah berlangsung dalam kehidupan masyarakat selama beberapa generasi.

Tedak siten adalah harapan orang tua bahwa nantinya anak akan siap dan sukses dalam hidup.

Menurut kepercayaan Jawa, upacara Tedak Siten dirancang untuk memastikan bahwa anak-anak siap untuk hidup di bawah bimbingan orang tua mereka, sehingga nantinya mereka dapat tumbuh sebagai anak yang mandiri.

Upacara diadakan ketika anak berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah.

Secara umum, upacara ini dimaksudkan agar anak-anak menjadi mandiri di masa depan.

Dalam praktiknya, upacara Tedak Siten dihadiri oleh keluarga inti (ayah, ibu, kakek dan nenek), serta kerabat keluarga lainnya.

Peralatan Tedak Siten

Sebelum memulai proses penyelenggaraan acara, orang tua yang ingin mengadakan tedak siten membutuhkan peralatan yang diperlukan, yaitu:

  • Kandang bambu untuk memelihara ayam.
  • Berbagai bubur berwarna-warni yang terbuat dari ketan.
  • Tangga dan kursi yang terbuat dari alang-alang .
  • Ayam bakar tertusuk pada batang tebu, di bawahnya ada pisang, berbagai benda dan mainan tradisional.
  • Tumpeng robyong, bubur dan jada (terbuat dari beras ketan) 7 warna, buah dan jajanan pasar.
  • Uang kertas atau ganti koin untuk distribusi.
  • Bayou gege (aerial gege), dibiarkan semalaman di udara terbuka, dan terkena sinar matahari di pagi hari hingga pukul 08.00.
  • Ayam hidup dilepaskan dan ditantang oleh tamu undangan.

Kegiatan Tedak Siten Tradisi Msyarakat Jawa

Setelah semua yang diperlukan disiapkan, keluarga (orang tua, anak-anak, kerabat) dan para undangan berkumpul di tempat upacara.

Tahapan ritual harus sebagai berikut:

Tersedia Bubur dalam 7 warna Tedak Siten Tradisi Masyarakat Jawa

Anak-anak diajak mencicipi bubur dengan 7 warna berbeda (merah, putih, oranye, kuning, hijau, biru dan ungu) yang terbuat dari beras ketan.

Ritual ini melambangkan bahwa di masa depan anak harus dapat mengatasi semua rintangan dalam hidup.

Budaya Jawa menjelaskan bahwa ” makna hidup dimulai dengan kegelapan dan diakhiri dengan cahaya.”

Baca Juga : Apa Itu Resesi? Penyebab dan Dampak Resesi

Berjalan di tangga yang terbuat dari Alang – Alang

Anak itu kemudian diarahkan untuk melangkah ke tangga yang terbuat dari alang-alang Arjuna dan kemudian turun.

Tebu adalah kependekan dari Antebing Kalbu.

Diharapkan di masa depan anak akan berperilaku seperti Arjuna, yang merupakan pejuang sejati.

Diharapkan bahwa anak akan dapat menjalani hidup dengan tegas dan dengan penuh keyakinan, seperti Arjuna yang heroik.

Ditumpuk di tumpukan pasir Tedak Siten Tradisi Masyarakat Jawa

Setelah anak itu melangkah ke tangga tebu, ia dipandu naik dua langkah dan ditempatkan di atas tumpukan pasir.

Anak harus melakukan “pemeriksa-pemeriksa”, yaitu, ia bermain di pasir dengan kedua kaki.

Dalam Bahasa Jawa, ritual ini berarti bahwa checker-checker berarti bekerja dan mendapatkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan anda.

Pintu masuk ke kandang ayam

Kemudian anak itu kembali diarahkan untuk memasuki kandang ayam yang dihias.

Di dalam kandang ada beberapa barang seperti notebook, perhiasan, aksesoris emas, kalung, gelang, beras, kapas dan barang-barang berguna lainnya.

Pada tahap ini, anak akan memilih barang-barang yang disediakan di kandang ayam.

Jika, misalnya, seorang anak bermain dengan buku catatan, ia mungkin harus bekerja di kantor atau menjadi profesor.

Jika seorang anak memilih perhiasan, mungkin dia harus menjadi orang kaya.

Semua simbol profesi dalam persalinan menjadi semacam titik acuan bagi bayi ketika memilih pekerjaan nanti.

Sementara kandang ayam penting bahwa ketika seorang anak memasuki kehidupan, ia harus dijaga oleh hal-hal yang baik.

Mendorong redneck terpisah

Sementara itu, ayah dan kakek anak itu meletakkan” hillbillies ” di mana ada koin dan bunga.

Diharapkan bahwa seorang anak harus memiliki cara mudah untuk mencari nafkah dan harus bermurah hati dalam membantu orang lain.

Dicuci oleh bunga Sritaman

Kemudian anak harus dimandikan atau dicuci dengan bunga Sritaman. Air mandi ini terdiri dari bunga mawar, melati, magnolia dan alang-alang.

Ritual ini melambangkan harapan bahwa bayi akan membawa rasa hormat, kehormatan dan kemuliaan bagi keluarga.

Kenakan Pakaian Baru

Setelah melalui semua ritual, anak itu mengenakan pakaian rapi yang indah dan baru.

Ini menunjukkan bahwa ia harus selalu memiliki kehidupan yang baik dan sejahtera, dan ia harus dapat membuat orang tuanya hidup bahagia.