Apa Itu Resesi? Penyebab dan Dampak Resesi

Apa Itu Resesi
Foto : Unsplash.com

Headlines.id – Belum lama ini heboh di kabarkan Indonesia merupakan salah satu negara yang akan mengalami resesi di tahun mendatang. Tentu banyak yang bertanya – tanya Apa itu resesi ?

Tenang saja dalam artikel ini akan  membahas banyaknya Penyebab resesi bahkan akan dibahas juga apa yang menjadi dampaknya.

Maka dari itu kami akan memberikan ulasan selengkapnya yang bisa kalian simak dari rangkuman berikut ini.

Apa Itu Resesi ?

Apa Itu Resesi

Resesi adalah suatu kondisi di mana ekonomi suatu negara memburuk, yang memanifestasikan dirinya dalam produk domestik bruto (PDB) negatif, meningkatnya pengangguran dan pertumbuhan ekonomi riil negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Penurunan ekonomi adalah ketika pertumbuhan ekonomi mengalami pertumbuhan negatif setiap tahun selama dua kuartal berturut-turut.

Sementara itu, menurut neraca, resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang terjadi dalam beberapa bulan, biasanya setelah tiga bulan berikutnya.

Kutipan dari halaman sikapiuangmu.ojk.go.id , arti dari kemerosotan ekonomi atau resesi adalah suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara memburuk.

Penyebab Penurunan Ekonomi

Saat terjadi resesi nanti akan muncul juga beberapa dampak yang akan terjadi diantaranya adalah sebagai berikut.

Guncangan ekonomi

Disebabkan oleh kejadian tak terduga yang menghancurkan perekonomian secara keseluruhan, seperti bencana alam atau serangan teroris.

Misalnya, keadaan pandemi COVID-19 yang melanda dunia seperti itulah gambaran terjadinya resesi.

Inflasi

Inflasi adalah keadaan kenaikan harga barang dan jasa selama periode tertentu. Inflasi yang berlebihan akan menyebabkan melemahnya daya beli penduduk dan penurunan produksi barang dan jasa.

Inflasi ekonomi sangat berbahaya karena akan menyebabkan pengangguran, kemiskinan dan menyebabkan resesi.

Suku Bunga Tinggi

Inflasi yang tinggi juga akan memaksa bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Suku bunga tinggi ini berfungsi untuk melindungi nilai mata uang. Jika ini terjadi secara massal, bank mungkin runtuh.

Baca Juga : BSU Tahap 3 Akan Cair, Penerima Tersenyum Semuringah

Deflasi

Selain inflasi, deflasi juga dapat menyebabkan penurunan ekonomi. Deflasi ditandai dengan penurunan harga barang atau jasa.

Pada pandangan pertama, deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi jika berlebihan, itu akan merugikan pemasok barang dan jasa.

Gelembung Aset

Gelembung aset adalah fenomena yang terjadi di pasar saham dan pasar real estat. Dalam hal ini, jika ada investor yang membuat keputusan terburu-buru, itu dapat merusak pasar.

Perkembangan Teknologi

Secara tidak langsung, pesatnya perkembangan teknologi juga dapat menyebabkan resesi. Misalnya, kecerdasan buatan (AI) dan robot akan menggantikan banyak pekerjaan manusia.

Jika ini terjadi secara masif dan tidak terkendali, maka banyak pekerja berpotensi menjadi pengangguran.

Dampak Resesi (Penurunan Ekonomi)

Permulaan penurunan ekonomi memerlukan sejumlah konsekuensi, seperti:

Kemerosotan ekonomi, yang memaksa sektor riil membatasi kapasitas produksinya, sehingga sering terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bahkan beberapa perusahaan mungkin tutup dan tidak lagi bekerja.

Efektivitas instrumen investasi akan menurun, sehingga investor akan berusaha menempatkan dana mereka dalam bentuk investasi yang aman.

Ekonomi yang semakin kompleks berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat, karena mereka akan menggunakan uang secara lebih selektif, dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan.

Demikianlah ulasan dari artikel kami mengenai tentang Resesi yang dikabarkan akan terjadi di tahun depan.

Selain untuk persiapan diri dengan kabar ini kita bisa menambah wawasan yang akan mempermudah aktivitas kita dikemudian hari.

Dan membuat kita tidak kaget dengan banyaknya perubahan yang mungkin baru kita jumpai ketika terjadi resesi.