Mensos Tersangka, Simak Lagi Perintah Jokowi ‘Gigit’ yang Korupsi Dana Corona

Presiden Jokowi (Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Headlines.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas bagi mereka yang korupsi dana penanganan COVID-19. Jokowi meminta untuk ‘menggigit’ keras merka yang berniat korupsi.

Perintah itu disampaikan Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020, pada 15 Juni 2020 lalu. Jokowi kala itu meminta tata kola keuangan dana COVID-19 yang berjumlah harus dijaga dari potensi praktik korupsi.

“Saya ingin tegaskan bahwa pemerintah tidak main-main dalam hal akuntabilitas. Pencegahan harus diutamakan. Tata kelola yang baik harus didahulukan. Tapi kalau ada yang masih bandel, kalau ada niat untuk korupsi, ada mens rea, maka silakan bapak ibu, digigit dengan keras. Uang negara harus diselamatkan,” ujar Jokowi yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/6).

Baca Juga :  Gibran Pastikan Jokowi Tak Akan Mudik ke Solo

Namun, Jokowi juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tak salah menindak. Dia meminta aparat penegak hukum untuk tidak salah sasaran.

“Tugas bapak ibu dan saudara-saudara, para penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, KPK, penyidik PNS adalah menegakkan hukum. Tetapi juga saya ingatkan jangan menggigit orang yang tidak salah, jangan menggigit yang tidak ada mens rea. Juga jangan menyebarkan ketakutan kepada para pelaksana dalam menjalankan tugasnya,” kata Jokowi.

Baca Juga :  Waspada Covid-19 Varian Omicron, Presiden: Gencarkan Vaksinasi

Perintah Jokowi untuk menindak tegas mereka yang korupsi dana penanganan Corona tak hanya sekali itu saja. Pada 1 Juli 2020 lalu, Jokowi juga meminta aparat menindak mereka yang ‘main-main’ dengan dana Corona.

“Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens rea-nya ya harus ditindak, silakan digigit saja, apalagi dalam situasi krisis seperti ini, tidak boleh ada satu pun yang main-main,” tuturnya.

Jokowi juga memerintahkan agar KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung bersinergi dalam mengawasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19. Jokowi meminta aspek pencegahan dikedepankan.

“Aspek pencegahan harus lebih dikedepankan jangan menunggu sampai terjadi masalah. Kalau sampai ada potensi masalah segera ingatkan,” kata Jokowi dalam sambutannya saat memimpin upacara HUT ke-74 Bhayangkara yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga :  Perkembangan Ekonomi Indonesia di Tengah Situasi Sulit, Ini Penilaian Dari Bank Dunia

Jokowi mengatakan anggaran penanganan Corona di Indonesia sangat tinggi. Karena itu, sinergi dan kerja sama antara Polri, kejaksaan, KPK, dan lembaga pengawas internal harus dikuatkan.

“Tolong pelaksanaan program penanganan COVID ini dibantu percepatannya dan diawasi penggunaan anggarannya. Alokasi dananya cukup besar, yaitu Rp 695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar lagi bila diperlukan,” kata Jokowi. (detikcom/hli)