Kata Peneliti Omong Kosong, Begini Cara Jadi Pembual Ulung Supaya Terlihat ‘Pintar’

ILUSTRASI: SAMUIL_LEVICH/GETTY

Kalian bisa mencontoh kontributor VICE Oobah Butler yang berhasil membuat restoran fiktifnya direkomendasikan TripAdvisor, dan diundang ke Paris Fashion Week berkat label fesyen palsunya.

“Kalian harus percaya diri supaya lebih meyakinkan,” Kara-Yakoubian menegaskan. “Tujuan kalian yaitu mengesankan orang lain dengan menggabungkan istilah-istilah klise, seperti ‘kesadaran’, ‘aktualitas’, dan ‘ruang dan waktu’, tanpa mengindahkan kebenaran.”

Kara Yakoubian lebih lanjut mengatakan, tata bahasa yang baik dan rapi juga sangat penting. “Kalian harus menggunakan sintaks yang tepat, sehingga terdengar seperti pernyataan yang masuk akal.”

Turpin menganggap omong kosong persuasif baru bisa dibilang efektif jika orang yang mendengarkan berasumsi omongannya penting karena sulit dimengerti.

“Dunia ini penuh omong kosong, dan cara penyampaiannya terus berkembang. Kecepatan penerimaannya pun meningkat setiap tahun seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial,” terang Littrell. Dengan demikian, tanggung jawab peneliti seperti Littrell untuk “mengekang penyebaran omong kosong” akan semakin besar di masa depan.

Sumber artikel : Vice