Insentif Nakes Bandar Lampung Rp11 M Tertunda

Tenaga Kesehatan
Kemenkeu masih melakukan verifikasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan Kementerian Kesehatan untuk proses pencairan tunggakan insentif nakes. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).

Ia pun membantah sengaja mengulur. Sehingga, dirinya meminta jangan sampai ada salah tafsir. Faktanya, kata dia, pemkot telah melakukannya. “Tapi itu saya sampaikan bahwa basis pengeluarannya berdasarkan hasil verifikasi dinkes,” terangnya.

Ia menegaskan juga bahwa insentif nakes 2020 telah terbayarkan. Dan ini khusus tahun 2021. Dengan anggaran insentif nakes Rp3 miliar dari Rp11 miliar. “Setelah verifikasi yang dilakukan Dinkes selesai, kami langsung bayar. Karena digitnya nggak sama. Teknisnya (untuk berapa bulan) Dinkes,” tuturnya, sembari mengatakan belum melihat surat fisik teguran tersebut.

Ya, berdasarkan data Kementerian Keuangan serta hasil monitoring dan evaluasi pembayaran lnsentif Tenaga Kesehatan Daerah (lnnakesda) Tahun 2021 yang bersumber dari refocusing 8% Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH) TA 2021, sampai dengan 15 Agustus 2021, 10 daerah mendapat catatan khusus dalam pencairan Innakesda dengan rincian untuk Bandar Lampung belum merealisasikan anggaran sebesar Rp11.079.600.000.

Sementara, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung menyebut keterlambatan pembayaran insentif tenaga kesehatan (nakes) sejak Februari lalu akan terselesaikan dalam waktu dekat. Kepala Dinkes Bandar Lampung Edwin Rusli ditemui di Pemprov Lampung menuturkan, anggaran telah tersedia. “Jadi pembayaran hari ini lah bisa dibayarkan,” ungkap Edwin, Selasa (31/8) .

Dia melanjutkan, pembayaran insentif nakes rencananya terbayarkan untuk tiga bulan: Febuari, Maret, dan April. Selebihnya pada Mei, Juni, Juli rencananya pekan depan.