oleh

Eks Penasihat KPK Tsani Annafari Mundur dari Kepala Bapenda DKI

Headlines.id – Mantan Penasihat KPK Mohamad Tsani Annafari mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta. Tsani disebut menandatangani surat pengunduran dirinya dua hari lalu.

“Betul, saya sudah konfirmasi, sudah mengecek bahwa Pak Tsani sebagai Kepala Bapenda sudah menandatangani surat pengunduran diri sejak tanggal 24 yang lalu hari Rabu,” kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Ahmad Lukman Jupiter saat dihubungi, Jumat (26/2/2021).

Untuk diketahui, Komisi C merupakan mitra kerja Bapenda DKI Jakarta yang membawahi pengelolaan keuangan daerah, pelayanan pajak, retribusi perbankan dan aset daerah. Namun, Jupiter belum menerima tembusan surat pengunduran diri yang dikirimkan oleh Tsani.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Tsani akan ditugaskan di TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan).

“Pak Tsani sementara ini ditugaskan di TGUPP,” jelasnya.

Jupiter belum mengetahui alasan pasti eks Penasihat KPK itu mengundurkan diri. Politikus NasDem ini berharap sosok pengganti Tsani bisa meningkatkan pendapatan daerah dan mencegah oknum yang mengemplang pajak.

“Harapan saya semoga ke depannya apa yang sudah baik ya penggantinya bisa membangun lebih baik lagi di Bapenda dan PAD bisa ditingkatkan kemudian mudahan-mudahan sektor dalam sisi optimalisasi ini bisa ditingkatkan dan kepala pajak yang baru ini bisa membuat inovasi agar tidak terjadinya kebocoran atau pengemplang oleh pengusaha seperti restoran atau hiburan malam,” imbuhnya.

“Saya yakin apa yang saat ini pak Tsani lakukan untuk membangun Bapenda ini, beliau dengan dedikasi dan dengan penuh keseriusan dalam membangun Bapenda selama ini,” sambungnya.

Sementara itu, Wagub DKI Ahmad Riza Patria awalnya menyebut belum mengetahui kabar pengunduran diri Kepala Bapenda DKI Tsani. Riza mengatakan setiap orang memiliki hak jika mengajukan pengunduran diri.

“Masalah Kepala Bapenda mundur saya baru tahu, saya kira itu menjadi hak segala orang siapa saja kalau ingin mundur dan dalam pemerintahan di pusat daerah kabupaten BUMN, BUMD bahkan swasta adanya rotasi adanya mutasi perpindahan dan sebagainya. Maupun pengunduran diri itu menjadi hak semuanya yang penting keberadaan kita di mana pun kita terus memberikan kontribusi yang terbaik bagi kepentingan masyarakat bangsa negara tidak harus menjabat tidak menjabat banyak yang bisa kita berikan kontribusi dan masukan mungkin ketika tidak menjabat justru bisa lebih leluasa. Saya kira itu tidak ada masalah dalam pemerintahan manapun termasuk Jakarta apabila ada rotasi mutasi pengunduran diri,” jelasnya.

Dikonfirmasi ulang, Riza kemudian membenarkan pengunduran diri Tsani.

“Iya (mengundurkan diri)” singkat Riza. (detikcom/hli)


Komentar