BEKASI – Insiden KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB, mengakibatkan gangguan perjalanan kereta di lintas tersebut.
Gangguan ini bermula dari peristiwa tertempernya rangkaian KRL oleh kendaraan di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal.
Kondisi tersebut membuat KRL terhenti di jalur.
KA Argo Bromo Anggrek yang berada di belakang tidak dapat menghindari tabrakan.
Kronologi KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan insiden dipicu gangguan di Jalur Perlintasan Langsung.
“KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” — Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
KAI menyatakan masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti serta dampak keseluruhan dari kejadian tersebut.
Hingga artikel ini dibuat, 38 orang sudah dievakuasi dan 4 orang meninggal dunia.
Evakuasi dan Dampak Perjalanan Kereta
Proses evakuasi rangkaian kereta dan penanganan korban masih berlangsung di lokasi kejadian.
Petugas gabungan dari KAI dan kepolisian dikerahkan untuk mempercepat pemulihan jalur.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas pada lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Langkah ini dilakukan guna mendukung proses evakuasi serta menjaga keselamatan petugas di lapangan.
Operasional Kereta Terdampak
Perjalanan kereta di lintas tersebut mengalami gangguan akibat insiden ini.
Pendataan jumlah kereta yang terdampak masih berlangsung.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang.
Upaya pemulihan jalur terus dilakukan agar operasional kembali normal dalam waktu sesingkat mungkin.
KAI juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan di area rel dan perlintasan sebidang untuk mencegah kejadian serupa.










