WNI Dikabarkan Hilang di Jepang

Foto: Net

Headlines.id – Warga Indonesia bernama Radhwa Athaya Yulianzalika ini dikabarkan hilang di Osaka, Jepang. Keluarganya menyatakan sudah kehilangan kontak dengan perempuan berusia 24 tahun itu sejak akhir Oktober lalu.

Menurut kakak Athaya, Nahla, dia mengatakan terakhir mengontak sang adik pada 28 Oktober lalu. Sejak itu, dia kehilangan jejak.

“Jadi saya minta tolong temannya namanya Yuniar dan Nadya ngecek ke apartemennya, tapi ternyata Thaya sudah enggak tinggal di sana sejak Juli,” kata Nahla seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Baca Juga :  Ryuichi Sakamoto. Artis Asal Jepang ini Meninggal karena Kanker

Nahla mengatakan sang adik selama ini tinggal seorang diri di Osaka sambil menempuh pendidikan bahasa dan anime. Menurut dia, adiknya diketahui bekerja di perusahaan properti Century 21.

“Saya sempat kontak bosnya katanya sudah enggak kerja di sana sejak Juli. Katanya sempat ke Tokyo untuk ikut audisi,” ujar Nahla.

Nahla mengatakan kejanggalan terjadi ketika Thaya sulit dikontak beberapa waktu silam. Saat itu menurut pengakuan teman-temannya ponsel Thaya rusak lantaran tergilas mobil. Namun, Thaya sempat menyatakan melalui WhatsApp dia menerima paket yang dikirimkan Nahla.

Baca Juga :  Epidemiolog Bicara Faktor-faktor Kematian Corona RI Masih Tinggi

Ketika Nahla meminta teman sang adik menelusuri, ternyata alamat yang diberikan Thaya untuk menerima paket adalah apartemen khusus orang Jepang di Osaka. Dia lantas mencoba menelusuri jejak sang adik melalui media sosial, tetapi nihil.

Nahla kemudian meminta teman sang adik melapor ke kepolisian setempat. Lantas, aparat setempat langsung menggeledah alamat terakhir yang dikirimkan sang adik. Namun, lagi-lagi jejak sang adik belum ditemukan. Nahla kemudian berencana melapor ke Konsulat Jendera Republik Indonesia di Osaka untuk meminta bantuan mencari adiknya.

Baca Juga :  4 Informasi Terbaru Tentang Penerimaan CPNS dan PPPK 2019

Sejumlah pengumuman mengenai hilangnya Thaya juga dipampang di Twitter dan Facebook. Hingga berita ini dibuat, Kementerian Luar Negeri belum memberikan tanggapan atas kejadian ini. (cnn/wrt/hli)