oleh

Viral, Lembaran Al-Qur’an untuk Petasan di Ciledug

Headlines.id – Viral di media sosial sebuah video yang menunjukkan sobekan kertas bekas petasan yang terbuat dari Al-Qur’an. Dalam video itu terlihat sejumlah warga tengah mengais sobekan kertas pembungkus petasan yang sudah hancur. Sobekan kertas yang diduga Al-Qur’an berserakan di tanah.

“Kurang ajar nih. Petasan dari Al-Qur’an,” ucap salah seorang dalam video yang beredar itu.

Disebutkan pula petasan itu diledakkan seusai acara pernikahan salah seorang warga di Parung Serab, Ciledug, Tangerang. Ketua RW setempat, Suharjo Cipto (47), lantas memberikan penjelasan terkait hal itu.

Dia mengatakan acara pernikahan salah seorang warganya itu terjadi pada Sabtu, 11 September, kemarin. Setelahnya petasan dinyalakan yang kemudian diketahui petasan itu terbuat dari lembaran Al-Qur’an.

Baca :  Bantuan Untuk Pekerja yang Terkena PHK

“Keluarlah kertas itu tulisan Al-Qur’an itu. Terus di situlah viral dikirim ke forum RT/RW. Dipungutin itu pas berhamburan sama remaja sama anak-anak kita,” ucap Suharjo seperti dikutip dari detikcom, Minggu (12/9/2021).

Acara itu merupakan pernikahan anak dari Herman Permana. Herman sendiri yang juga membeli petasan itu di daerah Tangerang Selatan (Tangsel).

“Belinya di Kebun Manggis, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Saya belinya sebelum Jumatan, dipasangnya Sabtu,” ujar Herman di tempat yang sama.

Herman sendiri tak menyangka petasan itu terbuat dari Al-Qur’an. Sebab, petasan itu disebut Herman awalnya berbentuk seperti petasan biasa.

“Kaget saya, sebagai orang Islam kaget saya. Nggak (curiga), saya mah beli sudah 3 kali petasan juga nggak pernah begini,” kata Herman.

Baca :  Bahas Pemulihan Ekonomi Global, Indonesia Siap Petik Manfaat Forum G20

Namun Herman mengaku baru kali ini membeli petasan di lokasi tersebut. Sebelumnya Herman membeli petasan di wilayah lain.

“(Harga petasan) Rp 120 ribu biasa itu. Satu renteng petasan. Nggak, baru itu beli di situ. Biasanya beli di Pondok Laka,” tutur Herman.


Komentar