oleh

Ujian Berat Mencapapai Kemuliaan, Sejarah Idul Adha

Headlines.id – Setiap tahun, seluruh umat muslim di seluruh dunia merayakan Idul Adha, yang juga kerap disebut Lebaran Haji. Ketika momen Idul Adha, takbir berkumandang di malam syahdu. Saat sebelum pandem Covid-19, banyak warga berkeliling sambil mengucap takbir.

Sebelumnya pada pagi hari di hari Idul Adha, warga berbondong-bondong pergi ke masjid atau ke lapang untuk menjalankan salat Idul Adha. Tahun kedua pandemi, kebiasaan sakral itu dihentikan sementara.

Momen Idul Adha juga dibarengi dengan menyembelih hewan kurban sapi hingga kambing. Momen itu berkaitan dengan momen sakral umat muslim terkait kisah Nabi Ibrahim.

Dikutip dari Tribunjabar.co.id, Ketua DKM Masjid Raya Bandung Jawa Barat dan Ketua Yayasan alhijaz Aswaja Bandung, Kh Muhtar Gandaatmaja, menerangkan, selain Nabi Muhammad SAW, nama nabi yang sering disebut dalam ibadah adalah Nabi Ibrahim AS. Disebut dalam solat, termasuk di momen Idul Adha.

“Perjalanan hidup dengan keluarganya diabadikan dalam ibadah haji. Tidak salah bila ada yang mengatakan, ibadah haji adalah “napak tilas” perjuangan Nabi Ibrahim,” kata Muhtar Gandaatmaja.

Menurut Kh Muhtar Gandaatmaja, kemuliaan yang disematkan Allah kepada Nabi Ibdrahim tidak instan. Nabi Ibrahim harus menebusnya dengan penderitaan dan ujian amat berat.

“Mustahil manusia biasa seperti kita sanggup melakukannya”. Semua dilaluinya dengan baik, sebagaimana dikisahkan dalam QS. Al-Baqoroh: 124. Ajakannya agar manusia meng-Esakan- Allah SWT, beresiko dimusuhi ayah dan rajanya. Sebab itu ia dilemparkan ke dalam api yang menyala.

Harus meninggalkan istri dan anaknya, Siti Hajar dan Ismail, di padang tandus, tak ada air, tanaman dan buah-buhan dekat Ka’bah, sebagaimana dikisahkan dalam QS. Ibrahim:37.

Ismail meronta kehausan. Air susu Hajar kering. Tangisan pilu Ismail membuat Hajar panik. Ia mohon pertolongan Allah. Hajar melihat kilauan air di Bukit Shofa. Ia lari memburu, tidak ada. Dilihatnya di Bukit Marwa, hanya fatamorgana.

Dari Sofa lari ke Marwa dari Marwa ke Shofa, hitungan ke tujuh, di Bukit Marwa, Hajar melihat kearah Ka’bah ada air di bawah kaki Ismail.


Komentar