Perubahan Warna Pesawat Kepresidenan Disebut Membahayakan Penerbangan, TNI AU Angkat Suara!

Pesawat kepresidenan (Foto: Istimewa)

“Keamanan selama penerbangan VVIP dilaksanakan oleh Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional), dengan menggunakan radar Hanud (Pertahanan Udara),” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispen AU), Marsekal Pertama TNI Indan Gilang Buldansyah.

“Apabila ada ancaman terhadap keamanan penerbangan maka unsur Hanud yang akan menghadapi ancaman tersebut,” sambungnya.

Marsma Indan memastikan penerbangan pesawat Kepresidenan akan terpantau radar Kohanudnas, untuk memastikan pergerakan dan keselamatan pesawat. Ia membantah alasan warna dominan merah-putih di badan pesawat jadi alasan membahayakan penerbangan karena tidak bisa berkamuflase di udara.

“Tidak ada masalah (dicat merah-putih),” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menjelaskan pengecatan ulang pesawat Kepresidenan BBJ-2 sudah direncanakan sejak tahun 2019, bertepatan dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 2020.

Proses pengecatan sendiri merupakan pekerjaan satu paket dengan Heli Super Puma dan Pesawat RJ. Namun pengecatan untuk pesawat BBJ-2 itu belum dilakukan. Mengingat belum masuk jadwal perawatan rutin. Maka diputuskan, yang dicat ulang adalah Helikopter Super Puma dan Pesawat RJ.