oleh

Penjelasan tentang Hadits ‘Wabah Dikirim untuk Bani Israil’

Headlines.id – Pandemi COVID-19 banyak menyita perhatian kita dewasa ini. Pemerintah menetapkan kebijakan pembatasan sosial, dan masyarakat mulai memperbanyak diam di rumah, memperketat kebersihan diri dan lingkungan, serta lebih memperhatikan kesehatannya.

Penyebaran virus korona ini utamanya terjadi melalui droplet dari saluran pernapasan, sehingga penting untuk menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Hal ini berimbas pada tidak difungsikannya tempat ibadah untuk kegiatan berjamaah, seperti di masjid-masjid. Shalat Jumat tidak diselenggarakan, shalat fardhu pun dianjurkan di rumah masing-masing. Sepinya kegiatan berjamaah di masjid menjadi fenomena yang terasa asing.

Di tengah larangan tersebut, ada kalangan Muslim yang tetap bersikeras memutuskan berkerumun dan berjamaah di masjid. Tentu kekhawatiran adanya penularan dari kerumunan tersebut cukup beralasan, apalagi di daerah dengan banyak kasus positif Covid-19.

Salah satu alasan yang mereka gunakan adalah berbasis keyakinan yang didasarkan pada keimanan. “Yang penting yakin, insyaallah tidak ketularan.” Selain itu, sebagai Muslim, mereka merujuk keterangan dalam hadits bahwa wabah penyakit adalah azab bagi Bani Israil dan kaum-kaum terdahulu. Asumsi mereka, wabah tidak akan menyerang orang dengan keimanan kuat.

Dalil ini agaknya merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bin Hajjaj dalam kitab Shahih Muslim, dari sahabat Usamah bin Zaid:

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يَسْأَلُ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ : مَاذَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الطَّاعُونِ ؟ فَقَالَ أُسَامَةُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطَّاعُونُ رِجْزٌ أَوْ عَذَابٌ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ ، فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا ، فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ وقَالَ أَبُو النَّضْرِ : لَا يُخْرِجُكُمْ إِلَّا فِرَارٌ مِنْهُ

Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Amir bin Saad bin Abi Waqqash, dari ayahnya (yaitu Saad), bahwa ia mendengar ayahnya bertanya pada Usamah bin Zaid: Apa yang kamu dengar dari Rasulullah tentang tha’un? Usamah menjawab: Rasulullah bersabda: Tha’un adalah hal buruk atau siksa yang dikirimkan oleh Allah terhadap Bani Israil, juga orang-orang sebelum kalian. Jika kalian mendengar ada wabah tha’un di suatu negeri, janganlah kalian memasuki negeri tersebut. Namun, bila wabah thaun itu ada di negeri kalian, janganlah keluar dari negeri kalian karena menghindar dari penyakit itu” (HR Muslim).

Hadits ini diriwayatkan dengan beragam redaksi dalam kitab hadits, seperti Shahih Bukhari, Musnad Ahmad, Sunan at-Tirmidzi, Shahih Ibnu Hibban, dan lainnya. Dengan kriteria penilaian bahwa kualitas hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, maka hadits seputar wabah yang menimpa Bani Israil ini shahih.


Komentar