BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan pasokan bahan pangan aman dan harga tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Bank Indonesia Lampung, Selasa (10/2/2026).
Gubernur mengingatkan bahwa permintaan komoditas seperti cabai, bawang, daging ayam, dan beras biasanya meningkat signifikan pada periode ini, yang dapat memicu lonjakan harga jika pasokan tidak diantisipasi.
Ia meminta jajaran pemerintahan serta dinas terkait memprioritaskan pasokan dari produksi lokal Lampung, baru kemudian dari luar daerah jika diperlukan. Strategi ini diharapkan mampu menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.
Kepolisian Daerah Lampung membentuk Satgas Saber Pangan untuk menindak tegas praktik penimbunan, spekulasi, dan permainan harga yang bisa merugikan konsumen. Polda juga menggelar inspeksi mendadak ke pelaku usaha besar dengan memberi toleransi kenaikan harga maksimal 5 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bank Indonesia Lampung mengungkapkan inflasi bahan pangan yang bergejolak perlu diwaspadai, meski secara tahunan inflasi provinsi relatif terkendali. Tantangan distribusi dan variasi pola tanam menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut.
Stok bahan pokok di Lampung, termasuk beras, jagung, daging ayam, dan telur dinilai aman dan surplus, namun beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit harus terus dipantau karena tren kenaikan harganya jelang Ramadan.
Perum Bulog Lampung memastikan cadangan beras pemerintah tersedia lebih dari cukup dan siap didistribusikan melalui operasi pasar untuk menstabilkan harga.
Pada sektor transportasi, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung mempersiapkan skenario menghadapi lonjakan pemudik, termasuk peningkatan kapasitas layanan di Pelabuhan Bakauheni dan Bandara Radin Inten II.
PT Pertamina Patra Niaga Lampung juga menjamin ketersediaan BBM dan LPG selama masa mudik, dengan SPBU 24 jam dan penambahan stok LPG 3 kg untuk memenuhi lonjakan konsumsi.
Gubernur mengakhiri pertemuan dengan menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor tanpa ego institusional demi menjaga ketenangan umat beribadah, stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan perlindungan daya beli masyarakat Lampung.
Lampung terus memantau dinamika pasokan dan harga bahan pangan hingga menjelang Hari Raya Lebaran, dengan harapan kebijakan sinergi ini mampu mengurangi gejolak pasar dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.











