oleh

Oknum Guru Ini Cabuli 12 Muridnya

Headlines.id – Entah apa yang dipikirkan oknum guru ini. Dalam setahun, ada 12 murid yang ia cabuli. Aksi bejatnya tersebut, akhirnya terhenti. Ini setelah Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil menangkapnya pada selasa (14/9).

Ya, Oknum guru itu mengajar di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Sumsel.



Polda Sumsel menangkap oknum guru tersebut, karena sudah setahun mencabuli 12 orang muridnya.

Kejadian pencabulan tersebut, terjadi pada bulan Juni 2020 sampai Agustus 2021. Ada sekitar 12 murid laki-laki dengan umur di bawah 17 tahun.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan mengatakan, penangkapan tersebut, berawal dari laporan orangtua korban.

“Ada salah satu orangtua korban yang melapor ke kami. Setelah kami tindaklanjuti dan menyelidiki kasusnya. Akhirnya kami menetapkan JN (22) sebagai tersangka,” Ungkap Hisar seperti dikutip dari referensirakyat.co.id (jaringan headlines.id).

Baca :  Presiden Joko Widodo Minta Daerah untuk Fokus Pada Produk Unggulan Sendiri

Pengakuan Tersangka

Selain mengamankan tersangka, sambung Hisar, aparat juga berhasil menemukan barang buktinya. “Tersangka berikut barang bukti kami bawa ke Mapolda Sumsel,” Ujarnya.

Hisar menjelaskan, modus tersangka dalam melakukan aksinya, yakni dengan menghampiri korban yang sedang tertidur.

Saat terbangun, tersangka mengajak korban ke suatu tempat. Dan meminta korban melakukan sesuatu yang di minta pelaku.

“Di situ tersangka melakukan pencabulannya. Kalau korban tidak menuruti kemauan tersangka, tersangka akan memberikan hukuman. Yakni memasukan korban ke dalam gudang dan di kunci,” Ujarnya.

Sementara, tersangka JN (22) mengaku melakukan pencabulan karena ingin mendapat kepuasan. Sebab, Ia belum mendapatkan kepuasan hasrat saat mengajar di Ponpes.

Baca :  Kenakan APD Warna Merah Muda, Senator Cantik ini Berubah jadi Tenaga Medis Vaksinasi Massal

“Cuma untuk mendapat kepuasan saja pak. Makanya saya lakukan pencabulan,” Akunya.

Menurutnya, Ia melakukan pencabulan kepada muridnya itu, dengan mengiming-imingi korban untuk mendapatkan uang.

“Saya cuma janji ke murid uang pak. Kalau murid saya itu menurut apa kata saya, nanti akan saya kasih uang,” Kata oknum guru itu.

Atas perbuatan tersangka, Polda Sumsel mengancam dengan pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 UURI No 17 tahun 2016 tentang perpu no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman lima sampai 15 tahun penjara.


Komentar