oleh

Komandan Dicopot Gegara Anak Buah Injak Kepala Difabel Papua

Headlines – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Fadjar Prasetyo, memutuskan akan mengganti Komandan Lanud Johanes Abraham (JA) Dimara dan Komandan Satuan Pomau Lanud JA Dimara. Para komandan itu diganti karena terjadinya tindak kekerasan oleh dua anggota Pomau Lanud JA Dimara terhadap warga di Merauke, Papua.

“Setelah melakukan evaluasi dan pendalaman, saya akan mengganti Komandan Lanud JA Dimara beserta Komandan Satuan Polisi Militer Lanud JA Dimara,” ujar Fadjar lewat keterangan tertulis, (28/7).

Fadjar menjelaskan, pergantian itu merupakan pertanggungjawaban atas kejadian tindak kekerasan yang dilakukan oleh dua anggota Lanud JA Dimara tersebut. Menurut dia, semestinya komandan satuan bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan anggota di bawagnya.

“Pergantian ini, adalah sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kejadian tersebut. Komandan satuan bertanggung jawab membina anggotanya,” kata dia.

KSAU juga memastikan proses penanganan kasus itu dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku. Kini proses hukum terhadap kedua oknum TNI AU itu telah memasuki tahap penyidikan yang dilakukan oleh Satuan Pomau Lanud JA Dimara dan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana.

Baca :  Saat Presiden Jokowi Bertemu Joko Widodo

“Serda A dan Prada V telah ditetapkan sebagai tersangka tindak kekerasan oleh penyidik, saat ini kedua tersangka menjalani penahanan sementara selama 20 hari, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Indan Gilang Buldansyah.

Terkait dengan sanksi hukuman yang dapat dijatuhkan kepada kedua tersangka, Indan meminta semua pihak untuk menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Proses hukum akan dijalani sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

“Saat ini masih proses penyidikan terhadap kedua tersangka, tim penyidik akan menyelesaikan BAP dan nantinya akan dilimpahkan ke Oditur Militer untuk proses hukum selanjutnya,” ungkap Indan.

Aksi kekerasan oleh dua anggota Lanud JA Dimara terhadap seorang warga Papua di Merauke yang terjadi pada Senin (26/7) pagi diawali oleh keributan seorang warga yang menurut versi TNI AU, diduga dalam keadaan mabuk dengan seorang pemilik warung. Dua anggota Pomau Lanud JA Dimara kemudian datang dengan maksud melerai keributan yang terjadi tersebut.

Baca :  Presiden Jokowi : Kembangkan Talenta Mahasiswa

Kejadian itu direkam oleh salah satu kamera ponsel warga yang ada di warung tersebut. Dalam video itu, kedua anggota Pomau tersebut menjatuhkan seorang warga yang diduga menyebabkan keributan. Ketika itu, satu anggota Pomau menahan badan warga sipil tersebut dengan lututnya. Sementara satu anggota Pomau lagi menginjak kepala warga sipil itu.

Dalam video yang beredar viral di media sosial itu, terdengar warga Papua yang diamankan dua anggota Pomau adalah seorang tunarungu. Aksi anggota Pomau pun kemudian menuai kecaman warganet, di mana kata ‘rasis’ sempat menjadi topik trending di Twitter.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, pada hari ini bereaksi keras dengan KSAU untuk Danlanud JA Dimara dan Danpomau Lanud JA Dimara. Dia meminta jabatan Komandan Lanud JA Dimara dan Komandan Satuan Pomau Lanud JA Dimara untuk diserahterimakan malam ini juga.

“Saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu,” ujar Hadi seperti dikutip dari republika, Rabu (28/7).


Komentar