Klub Malam Lokasi Baku Hantam di Palembang Dipasangi Garis Polisi

Foto: Klub malam lokasi baku hantam di Palembang dipasang garis polisi (Raja-detikcom)

Headlines.id – Polrestabes Palembang memasang garis polisi usai terjadi baku hantam pengunjung klub malam di Arena 9. Polisi mengatakan ada sanksi menanti bagi para pihak yang terkait keributan itu.

Seperti dikutip dari detikcom, garis polisi tampak dipasang pada pintu utama gedung Arena 9. Selain garis polisi, ada pula petugas Satpol PP Palembang di lokasi.

“Sudah pasang garis polisi untuk dilakukan penyidikan. Kami sudah bicarakan dengan pemkot juga kalau bisa diterapkan Perwali tentang COVID-19, kita terapkan sanksinya di situ,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Anom Setyadji, Senin (19/10/2020).

Baca Juga :  Kurang Dari Satu Bulan, Polsek Bangunrejo Ringkus Dua Pelaku Pencuri Motor

Anom menyebut pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Sat Reskrim dan Satpol PP. Penyidik memeriksa terkait kejadian dan Satpol PP memeriksa soal administrasi.

“Pemkot bekerja, polisi juga bekerja. Untuk penyebab keributan belum tahu dan masih kita periksa saksi-saksinya. Kita tutup dulu (Arena 9) untuk kepentingan penyidikan,” ujar Anom.

Kabid Binmas Satpol PP Kota Palembang, Horison, menyebut pihaknya turun ke lokasi untuk memeriksa berkas. Salah satunya kelengkapan protokol kesehatan COVID-19 untuk operasional Arena 9.

Baca Juga :  Polda Metro Ungkap 10 Kasus Eksploitasi Anak, 91 Korban Diamankan

“Kami Satpol PP Palembang hari ini kami tindaklanjuti atas insiden kemarin. Kami cek kelengkapan administrasi, termasuk apakah sudah standar COVID terkait ada keributan Minggu dini hari kemarin,” kata Horison.

Sebelumnya, video diduga keributan antar pengunjung klub malam di Palembang viral. Dalam video yang beredar itu terlihat pengunjung saling lempar kursi dan botol.

Baca Juga :  Pihak Kepolisisan Lagi-Lagi Tangkap 4 Pelajar Pelaku Tawuran Memakan Korban di Tangsel

Pada video lain terlihat pula ada beberapa pengunjung mendatangi orang di bawah meja. Ramai-ramai mereka melemparkan kursi dan botol, pengunjung lainnya hanya berteriak berusaha menenangkan. (detikcom/hli)