BMKG Keluarkan Peringatan Dini La Nina di Indonesia, Dampaknya Bisa Sebabkan Bencana Alam!

Dampak La Nina di Indonesia. Foto: Unsplash @b620
Dampak La Nina di Indonesia. Foto: Unsplash @b620

HEADLINES.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa fenomena La Nina berpotensi kembali mempengaruhi cuaca di Indonesia pada periode Juli, Agustus, dan September (JAS) 2024.

Kondisi ini dapat memicu peningkatan curah hujan di berbagai wilayah, sekaligus meningkatkan potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor.

Dampak La Nina di Indonesia

– Peningkatan Curah Hujan

La Nina umumnya membawa musim hujan lebih basah dengan curah hujan yang lebih tinggi dari rata-rata. Hal ini dapat menyebabkan potensi banjir di wilayah-wilayah yang rentan.

Baca Juga :  Momen Presiden dan Ibu Iriana Beli Batik Hingga Lukisan Karya UKM Blora

– Bencana Alam

Peningkatan curah hujan juga dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana alam seperti longsor, tanah longsor, dan angin kencang.

– Kekeringan

Meskipun La Nina identik dengan hujan deras, beberapa wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami kekeringan. Hal ini dikarenakan faktor lain seperti El Niño dan pola musim hujan lokal.

Dampak La Nina di Indonesia. Foto: Unsplash @mikejerskine
Dampak La Nina di Indonesia. Foto: Unsplash @mikejerskine

BMKG juga memperingatkan bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 25 hari.

Baca Juga :  Kabar Terkini! Gempa Bermagnituro 6.4 Terjadi di Yogyakarta

Prediksi terpanjang menunjukkan durasi HTH 16-25 hari hingga lebih di Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk beberapa wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih mengalami hujan, meskipun ada beberapa wilayah yang mengalami HTH kategori Sangat Pendek (1-5 hari).

Baca Juga :  Masuk Tim Pemenangan Bobby Nasution, Sandiaga Jadi Dewan Pembina

Namun, terdapat pula wilayah yang mengalami HTH sangat panjang, seperti di Triwung Kidul, Jawa Timur selama 67 hari.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti informasi terbaru dari BMKG terkait perkembangan cuaca di wilayah masing-masing.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi bencana alam dan melakukan mitigasi risiko juga penting dilakukan.