oleh

Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia2021 Tumbuh 3,7 Persen

Headlines.id – Bank Dunia telah memperkirakan perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2021 akan tumbuh sekitar 3,7 persen dan akan kembali meningkat di tahun mendatang menjadi 5,2 persen.

Menurut Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen, pemulihan ekonomi di tahun 2022 dapat dicapai apabila Indonesia tidak mengalami gelombang Covid-19 ataupun munculnya varian baru.


Disamping itu, Bank Dunia juga melihat resiko adanya virus varian baru Omicron yang saat ini telah menyerang beberapa negara di dunia, di tengah gencarnya vaksinasi yang kini masih belum merata di beberapa daerah, diperkirakan akan memberikan dampak melemahnya lagi perekonomian RI tahun depan.

“Jika faktor itu dikombinasikan dengan global yang lebih lemah, maka dapat menurunkan pertumbuhan Indonesia menjadi 3,3 persen pada tahun 2022 sebagaimana dirinci dalam laporan utama,” ujarnya secara virtual, Kamis (16/12/2021).

Kendati demikian, untuk proyeksi kinerja ekonomi tahun 2022 Bank Dunia menilai tidak ada yang berubah. Bank Dunia mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi dapat berjalan secara optimal disertai dengan percepatan vaksinasi Covid-19, hingga mencapai 70 persen dari jumlah populasi pada tahun mendatang.

“Proyeksi mengasumsikan bahwa vaksin peluncuran akan berkembang dengan sebagian besar provinsi mencapai cakupan vaksin 70 persen pada 2022, dan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru Covid-19 yang parah,” ujarnya menambahkan.

Ia mengungkapkan, ketidakpastian pandemik masih menjadi tantangan bagi semua negara, bahkan mencuat istilah bahwa Covid-19 berpotensi menjadi endemik. Lantaran Covid-19 tidak akan hilang begitu saja dalam waktu dekat.

“Istilah Covid-19 bisa menjadi endemik yang akan menimbulkan tantangan baru seperti mempertahankan vaksin yang memadai dan tindakan kesehatan lainnya,” imbuhnya.

Selain itu, Bank Dunia meminta arah kebijakan moneter dan fiskal domestik yang tetap akomodatif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun depan.

Dengan dukungan pertumbuhan perdagangan global dan kenaikan harga komoditas yang moderat di tengah pengetatan kondisi keuangan global.

“Konsumsi rumah tangga dan intensif dunia usaha diperkirakan rebound lebih kuat karena vaksinasi yang lebih luas meningkatkan sentimen konsumen dan beberapa permintaan akan meningkat,” ucapnya.


Komentar