oleh

Bukan COVID-19, Keluarga Jelaskan Riwayat Sakit Wimar Witoelar Sebelum Meninggal

Headlines.id – Mantan juru bicara Presiden RI ke-4 Gus Dur, Wimar Witoelar, meninggal dunia pagi tadi. Pihak keluarga menjelaskan Wimar meninggal bukan karena COVID-19, melainkan penyakit sepsis.

“Dokter menyatakan terkena sepsis, infeksi berat seluruh tubuh mengakibatkan multi-organ failure, kegagalan multi-organ,” kata pimpinan Intermatrix Communications, Erna Indriana, di rumah duka, Jakarta Selatan, Rabu (19/5/2021).

“Di RS ditemukan lambungnya bermasalah, pada saat itu sudah PCR juga dan hasilnya tidak ada COVID,” sambungnya.

Erna menjelaskan almarhum sempat mimisan dan muntah darah sebelum dilarikan ke rumah sakit. Almarhum sempat masuk rumah sakit dua kali.

“Beliau masuk rumah sakit yang ICU itu tujuh hari yang lalu, Rabu kemarin hingga Rabu ini. Tapi, sebelum Rabu itu, beliau tiga hari di rumah. Sebelumnya lagi satu minggu di rumah sakit opname, dirawat biasa, itu awalnya beliau mimisan cukup banyak, kemudian muntah darah, tapi darah yang sudah hitam ya. Dua kali muntah darah, sehingga keluarga bawa ke rumah RS,” ujarnya.

Erna mengatakan kondisi Wimar sempat kritis saat kedua kalinya masuk rumah sakit dan sempat cuci darah.

“Nah, pada hari pertama masuk Rabu itu, sebenarnya situasinya sudah kritis, Pak Wimar harus cuci darah 3 kali 24 jam. Terus-menerus, kemudian pasang ventilator. Sempat sadar, sempat bisa dikunjungi, itu juga sudah PCR kedua kali, negatif,” tuturnya.

Erna membeberkan kondisi Wimar Witoelar sebenarnya membaik setelah Lebaran Idul Fitri. Wimar Witoelar sempat melakukan video call dengan anaknya yang di Norwegia.

“Dan yang saya dengar, setelah Lebaran itu VC dengan anaknya yang di Norwegia. Sempat bisa mengucapkan say hello ke cucunya. ‘Hai Davin, hai Amara’. Cucu-cucunya. Jadi itu luar biasa sekali, karena sebelum dan sesudahnya untuk bicara sudah susah sekali,” beber Erna.

Namun, tadi pagi, jantung Wimar berhenti berdetak. Wimar dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.56 WIB.

“Tapi tadi pagi jam 8, sekitar 08.30 atau jam 08.15 WIB, keluarga dihubungi karena jantungnya berhenti minta izin resusitasi untuk dipompa. Sempat kembali, tapi kemudian jam 08.56 beliau pergi. Seperti itu,” tutupnya. (detikcom/hli)



Komentar