oleh

Novel Baswedan: Kami Sebenarnya Sedih Harus Laporkan Pimpinan KPK

Headlines.id – Novel Baswedan dan 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan pimpinan KPK ke Dewan Pengawas (Dewas) karena diduga melanggar etik. Novel mengaku sedih karena harus melaporkan pimpinan KPK.

“Hari ini kami sebenarnya kembali bersedih ya, bersedihnya karena kami harus melaporkan pimpinan KPK. Seharusnya pimpinan KPK itu kan dalam integritas tentunya baik harusnya begitu, tapi dalam beberapa hal yang kami amati itu ada hal-hal yang sangat mendasar dan kemudian kami lihat sebagai masalah yang serius,” kata Novel, di Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK yang juga kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021).

Novel khawatir akan adanya modus tertentu untuk menyingkirkan pegawai KPK lainnya. Novel menduga ada upaya yang tidak jujur, yakni justru membuat seolah-olah pegawai KPK yang berprestasi tidak memenuhi syarat menjadi ASN.

Baca :  Kurang Dari Satu Bulan, Polsek Bangunrejo Ringkus Dua Pelaku Pencuri Motor

“Kami kembali lagi melihat pada ujungnya adalah kami khawatir ini ada upaya penyingkiran yang itu dilakukan dengan suatu pola-pola tertentu yang berlaku dengan sewenang-wenang dan ada upaya-upaya yang mungkin tidak jujur di sana,” kata Novel.

“Dan kemudian membuat seolah-olah ada proses yang orang-orang yang harusnya adalah pegawai-pegawai berlaku baik, yang berprestasi justru malah dibuat seolah-olah tidak lulus atau tidak memenuhi syarat,” sambungnya.

Baca :  Dikejar Polisi Malah Ngevlog

Novel pun turut bersedih atas perilaku para pimpinan KPK yang dinilainya melanggar kode etik berat. Novel juga mengungkapkan bahwa pelanggaran ini juga sebelumnya pernah terjadi pada salah satu pimpinan KPK dan hal itu kembali terjadi.

“Sekali lagi tadi saya katakan bahwa kenapa kami bersedih karena perilaku atau suatu pelanggaran kode etik berat atau kode etik yang serius. Ini terjadi bukan baru pertama kali tentu kawan-kawan memahami bahwa sebelumnya ada pimpinan KPK yang pernah diperiksa dan kemudian diputuskan melakukan suatu kesalahan, dengan pelanggaran kode etik dan hari ini kami pun harus melaporkan kembali tentu kami tidak suka situasi itu,” katanya.

Baca :  Gofar Hilman Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual

Lebih lanjut, Novel berharap para pimpinan KPK bisa menjaga profesionalisme dalam bertugas. Hal itu supaya tidak mengganggu proses pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami berharap pimpinan KPK benar-benar orang-orang yang bisa menjaga etika profesi untuk berbuat dengan sebaik mungkin dan dalam koridor integritas. Karena kalau hal itu tidak dijadikan basis dari suatu tindakan atau perilaku saya khawatir upaya memberantas korupsi akan sangat terganggu,” ujarnya.

“Oleh karena itu sekali lagi saya katakan keprihatinan dan kami berharap Dewan Pengawas bisa berlaku seprofesional mungkin demi kebaikan dan demi kepentingan pemberantasan korupsi yang lebih baik,” tambahnya. (detikcom/hli)



Komentar