oleh

Mafia Karantina di Soetta Pakai Kartu Pas Dinas Pariwisata DKI!

Headlines.id – Polisi kini tengah mengusut mafia karantina dari kasus lolosnya WNI inisial JD yang datang dari India via Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tanpa melalui protokol kesehatan. Dua pelaku inisial S dan RW yang meloloskan JD pun telah dimintai keterangan petugas.

Dari pemeriksaan awal kepada dua pelaku, polisi menemukan keduanya menggunakan kartu pas bandara untuk Dinas Pariwisata DKI.

“Dari pas bandara yang ada pada mereka disebutkan di pas bandara tersebut: Dinas Pariwisata DKI,” kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Kombes Adi Ferdian Saputra, Selasa (27/4/2021).

Baca :  Guru Besar Antikorupsi Minta Penonaktifan 75 Pegawai KPK Dibatalkan

Adi belum memerinci lebih jauh terkait identitas pelaku S dan RW tersebut. Dia menyebut kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan menyampaikan detail pengungkapan kasus tersebut pada sore nanti.

“Disampaikan detail sore nanti ya,” imbuh Adi.

Sebelumnya diketahui, JD mengaku membayar sejumlah uang kepada S untuk dibantu agar meloloskannya masuk kembali ke Indonesia tanpa melewati prosedur protokol kesehatan. Berbekal uang tersebut, S dan RW membantu JD melenggang mulus kembali memasuki Indonesia tanpa harus dikarantina terlebih dahulu selama 14 hari.

Baca :  Cara Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca-Lebaran

“Ini yang kemudian dilakukan upaya oleh pelaku-pelaku ini baik dia sebagai pengurus atau penumpang untuk menghindari karantina selama 14 hari. Dia (JD) membayar Rp 6,5 juta kepada Saudara S,” ungkap Yusri dihubungi pagi tadi.

“Yang bersangkutan (JD) tanpa melewati karantina kemudian diurus oleh seseorang inisial S dan RW bisa berhasil masuk tanpa karantina terus kembali ke rumahnya,” sambungnya.

Lebih lanjut Yusri mengatakan masih menggali keterangan dari para pelaku. Secara khusus penyidik kini tengah mendalami cara pelaku S dan RW bisa meloloskan JD kembali ke Indonesia tanpa melalui proses karantina.

Baca :  Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?

“Ini masih kita dalami dia bisa keluar-masuk situ. Intinya mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina. Apakah ada pelaku lain? Ini masih kita dalami. Soal sudah ramai orang-orang nakal ini orang-orang dari luar negeri tanpa karantina bisa bayar terus masuk. Makanya saya bilang ini mafia. Ini lagi kita dalami,” pungkas Yusri. (detikcom/hli)


Komentar