oleh

Sekjen Tepis Isu Moeldoko Pernah Coba Rebut PPP: Internal Kondusif

Headlines.id РPartai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan kabar Ketua Umum Partai Demokrat versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Moeldoko sempat mencoba mengambil alih sejumlah partai tapi gagal, salah satunya PPP. Sekjen PPP Arwani Thomafi menepis kabar itu.

“Alhamdulilah, PPP kondusif,” kata Arwani kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Arwani mengatakan tak pernah mendengar kabar Moeldoko hendak ambil PPP. Termasuk saat PPP menggelar muktamar beberapa bulan lalu.

“Saya tidak pernah mendengar itu. Baik mengambil alih, menggalang dukungan dalam muktamar kemarin atau gerakan lain untuk memimpin atau menguasai PPP,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini.

Baca :  Perlawanan Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Usai Dinonaktifkan

Arwani kemudian mengungkapkan rasa simpatinya pada Partai Demokrat yang mengalami kekisruhan di internal. Dia mendoakan Partai Demokrat segera menyelesaikan masalahnya.

“Saya berdoa semoga persoalan internal Partai Demokrat segera bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Moeldoko sebelumnya buka suara menjelaskan alasan menerima pinangan dari Jhoni Allen cs. Partai Demokrat pimpinan AHY menyebut Moeldoko kerap mencoba mengambil alih sejumlah partai tapi gagal.

Baca :  Guru Besar Antikorupsi Minta Penonaktifan 75 Pegawai KPK Dibatalkan

“Moledoko mencoba membangun kesan seolah menjadi aktor pasif yang menerima pinangan, namun kenyataan yang didukung oleh banyak bukti ia adalah aktor aktif sekaligus aktor kunci yang menggunakan mantan-mantan kader Partai Demokrat sebagai operator yang tergabung dalam gerombolan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD),” kata Sekretaris Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya, hari ini.

“Operasi politik seperti ini bukan pertama kalinya oleh Moeldoko untuk memenuhi syahwat politiknya,” imbuh Kamhar.

Baca :  Kasus Debt Collector Pengepung TNI, Polisi Dalami Keterlibatan PT ACK

Kamhar memerinci operasi politik Moeldoko di sejumlah partai seperti Golkar hingga PAN. Menurut Kamhar, operasi Moeldoko gagal karena partai-partai tersebut berkoalisi dengan pemerintah.

“Sebelumnya pernah mencobanya di Partai Golkar, PPP, HANURA dan PAN namun semuanya tidak berhasil karena partai-partai tersebut adalah bagian dari koalisi pemerintah sehingga tak berhasil karena pergerakan Moeldoko bisa merusak konstelasi dan hubungan partai koalisi dengan pemerintah,” sebut dia. (detikcom/hli)


Komentar