oleh

Habib Rizieq Akui Tutupi Info soal COVID-19 agar Tak Terganggu

Headlines.id – Habib Rizieq Shihab mengaku telah merahasiakan informasi terkait dirinya dinyatakan positif COVID-19. Dia beralasan hal itu untuk tidak menimbulkan kehebohan.

“Pada tanggal 24 November 2020, saya dan istri secara resmi menjalani perawatan di RS Ummi dan sengaja perawatan tersebut kami rahasiakan agar tidak ada yang besuk sehingga tidak mengganggu perawatan, sekaligus supaya tidak menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat,” demikian tertulis dalam eksepsi dari kuasa hukum Rizieq seusai sidang, Jumat (26/3/2021).

Kuasa hukum Rizieq menyampaikan eksepsi itu dibaca langsung oleh Rizieq dalam persidangan. Namun sidang pembacaan eksepsi ini tidak terpantau baik secara langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) maupun secara virtual di kanal YouTube PN Jaktim.

Rizieq juga membenarkan dirinya membuat rekaman video terkait kondisinya yang disebut telah membaik. Menurut Rizieq, video tersebut dibuat khusus untuk kerabat dan sahabat.

Baca :  Perlawanan Novel Baswedan dan 74 Pegawai KPK Usai Dinonaktifkan

“Banyak kerabat dan sahabat menanyakan kondisi saya dan istri, maka pada tanggal 26 November 2020 kami membuat rekaman tentang kondisi kami yang jauh membaik dibanding awal masuk RS Ummi, serta rekaman tersebut kami kirim khusus buat kerabat dan sahabat agar mereka tenang,” kata Rizieq.

Di sisi lain Rizieq menuding Wali Kota Bogor Bima Arya-lah yang membuat gaduh. Bagaimana argumen Rizieq?

“Pada tanggal 26 November 2020, Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat dengan iktikad baik mengabarkan Wali Kota Bogor Bima Arya selaku Ketua Satgas COVID Kota Bogor tentang perawatan saya di RS Ummi,” kata Rizieq.

“Namun, sangat disesalkan, Bima Arya langsung koar-koar di berbagai media, sehingga menimbulkan kehebohan dan sangat mengganggu proses perawatan saya di RS Ummi, sekaligus mengganggu ketenangan RS Ummi,” sambungnya.

Baca :  Dinonaktifkan Pimpinan KPK, Novel Baswedan dkk Melawan!

Tidak hanya itu, Rizieq mengakui membuat surat pernyataan yang berisi melarang hasil tes swab dan PCR-nya dipublikasikan. Surat ini, menurutnya, dibuat sebelum dirinya keluar dari RS Ummi.

“Sebelum saya keluar dari RS Ummi, ada dua hal yang saya lakukan, 1. Membuat surat pernyataan melarang mempublikasikan hasil tes laboratorium maupun hasil test swab dan PCR tanpa izin saya. 2. Membuat rekaman testimoni untuk RS Ummi sebagai tanda terima kasih saya atas kerja keras para tenaga medis RS Ummi dalam perawatan saya, sehingga saya merasa sehat walafiat,” tuturnya.

Diketahui, Rizieq didakwa menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab dalam kasus RS Ummi. Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq menimbulkan keonaran di masyarakat.

Baca :  Tiga Pelanggaran di Balik Penonaktifan 75 Pegawai KPK

Atas perbuatannya, Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Berikut pasal yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi.

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau

Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(detikcom/hli)


Komentar