oleh

Menkes Jelaskan Alasan RI Pesan Vaksin COVID ke 4 Negara

Headlines.id – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan keputusan Pemerintah RI memesan vaksin COVID-19 ke 4 negara adalah untuk memenuhi kebutuhan vaksin masyarakat. Budi menuturkan jika Indonesia hanya memesan vaksin COVID-19 di satu negara, maka jumlahnya tak cukup untuk menjangkau seluruh masyarakat.

“Kalau belinya hanya dari 1 negara, tidak mencukupi. Jadi harus empat negara,” kata Menkes Budi saat kunjungan kerja di Kota Bengkulu, Kamis (11/3/2021).

Keempat negara yang dimaksud Menkes Budi adalah China, Inggris, Amerika dan Jerman. Seperti diketahui Inggris memproduksi vaksin COVID-19 AstraZeneca, Amerika memproduksi vaksin Novavax, Jerman memproduksi vaksin Pfizer dan China memproduksi vaksin Sinovac.

Baca :  Dinonaktifkan Pimpinan KPK, Novel Baswedan dkk Melawan!

“Vaksin ini menjadi incaran banyak negara, itulah kita memilih 4 negara, sehingga kalau ada kendala satu negara, kita masih ada negara lain,” jelas Menkes Budi.

Budi mengatakan vaksin AstraZeneca sudah tiba sebanyak 1 juta dosis saat ini. Indonesia sendiri mendapat jatah 11 juta dosis vaksin AstraZaneca.

“Kita dapat jatah 11 juta, baru datang 1 juta. Ini tidak boleh di campur. Kalau di campur-campur nanti susah,” tutup Budi.

Baca :  Kasus Debt Collector Pengepung TNI, Polisi Dalami Keterlibatan PT ACK

Sebelumnya Menkes Budi Gunadi memastikan vaksin AstraZeneca aman digunakan. Vaksin AstraZeneca itu telah tiba di Indonesia sebanyak 1,1 juta dosis pada Senin (8/3) kemarin.

“Mengenai AstraZeneca, semua vaksin itu ada catatannya. Tapi kalau saya tanya sama ahlinya, begitu sudah lulus WHO, lulus BPOM, sudah pasti safety,” ujarnya kepada wartawan di Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021).

Budi mengatakan, semua jenis vaksin-vaksin itu ada kelebihan dan kekurangannya. Budi kembali menegaskan vaksin AstraZeneca sudah lulus uji dari WHO dan BPOM.

Baca :  Berduka, Anies dan Keluarga Salat Gaib untuk Tengku Zulkarnain

“Nggak mungkin dia dilulusin tanpa safety role. Itu lewat WHO, itu lewat BPOM, udah, tutup mata, suntik secepat-cepatnya,” kata Budi.

Dia meminta masyarakat tidak takut menerima vaksin COVID-19. Menurutnya, semua jenis vaksin sama saja.

“Jadi buat teman-teman, suntiklah (vaksin) secepat-cepatnya. Apa pun vaksinnya, mau AstraZeneca, mau Sinovac, mau Pfizer, mau ini, sama saja,” lanjutnya. (detikcom/hli)


Komentar