oleh

Dituduh AS Kurang Transparan pada Tim WHO, China Geram

Headlines.id – Otoritas China geram dan menyerang balik Amerika Serikat (AS) setelah dituduh menahan sejumlah informasi soal virus Corona (COVID-19) dari tim pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus mematikan itu.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (15/2/2021), tuduhan AS itu dilontarkan oleh penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, dalam pernyataan pada Jumat (12/2) lalu. Sullivan melontarkan kekhawatiran soal hasil temuan awal tim pakar WHO di Wuhan, China.

“Kekhawatiran mendalam soal cara temuan awal investigasi COVID-19 dikomunikasikan dan mempertanyakan soal proses yang digunakan untuk mencapainya,” sebut Sullivan.

“Diharuskan agar laporan ini independen, dengan temuan para pakar bebas dari intervensi atau perubahan dari pemerintahan China,” tegasnya, merujuk pada misi WHO menyelidiki asal-usul Corona di Wuhan.

“Untuk lebih memahami pandemi ini dan bersiap menghadapi pandemi selanjutnya, China harus menyediakan data-datanya sejak hari-hari awal wabah,” cetus Sullivan dalam pernyataannya.

Otoritas China menanggapi dengan keras tuduhan itu, melalui pernyataan dari Kedutaannya di Washington DC pada Minggu (14/2) waktu setempat.

Disebutkan China bahwa AS telah ‘sangat merusak kerja sama internasional terkait COVID-19’ dan sekarang ‘menuduh negara-negara lain yang telah setia mendukung WHO dan pada WHO sendiri’.

Lebih lanjut, otoritas China berharap AS akan ‘berpegang teguh pada standar tertinggi, mengambil sikap serius, tulus, transparan, dan bertanggung jawab, bersedia memikul tanggung jawab yang semestinya, mendukung kinerja WHO dengan tindakan nyata dan berkontribusi pada kerja sama internasional soal COVID-19’.

Tuduhan China menahan data juga dilaporkan oleh media terkemuka AS, New York Times (NYT) dan beberapa media lainnya. Beberapa anggota tim pakar WHO dalam tanggapannya berusaha membantah laporan itu dengan menegaskan pihaknya mendapatkan akses pada data kritis dari China.

“Sebagai pemimpin kelompok kerja hewan/lingkungan, saya mendapati kepercayaan dan keterbukaan dengan rekan-rekan saya di China. Kami mendapatkan akses pada data kritis secara menyeluruh,” sebut Daszak.

Anggota tim pakar WHO lainnya, Thea Koelsen Fischer, menyiratkan bahwa beberapa pernyataan disalahartikan oleh media.

“Kami telah membangun hubungan yang baik dalam tim China/Int Epi! Menjalani argumen yang memanas mencerminkan tingkat keterlibatan dalam di ruangan itu. Kutipan kami sengaja diputarbalikkan untuk menyamarkan kinerja ilmiah penting,” sebutnya. (detikcom/hli)

Komentar