oleh

Personel Militer Iran Diduga Terlibat Pembunuhan Ilmuwan Nuklir

Headlines.id –¬†Pemerintah Iran menyatakan seorang anggota Angkatan Bersenjata atau militernya diduga terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di dekat Teheran. Personel militer Iran itu dicurigai terlibat dalam persiapan awal pembunuhan Fakhrizadeh pada November 2020 lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/2/2021), hal itu diungkapkan oleh Menteri Intelijen Iran, Mahmoud Alvi, dalam wawancara dengan televisi nasional Iran pada Senin (8/2) waktu setempat.

“Orang yang melakukan persiapan pertama untuk pembunuhan itu adalah anggota Angkatan Bersenjata,” ujar Alvi dalam pernyataannya.

Tidak dijelaskan lebih lanjut dari satuan mana maupun identitas personel militer yang dimaksud.

Lebih lanjut, Alvi menyatakan bahwa tidak mungkin bagi Kementerian Intelijen ‘untuk mengawasi Angkatan Bersenjata’.

Menurut otoritas Iran, Fakhrizadeh merupakan Wakil Menteri Pertahanan dan menjalankan tugas terkait ‘pertahanan nuklir’.

Otoritas Iran menyalahkan Israel, musuh bebuyutannya, sebagai dalang dari pembunuhan itu. Namun Israel tidak bereaksi terhadap tuduhan itu.

Sebelumnya pada tahun 2018 lalu, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, sempat menyebut Fakhrizadeh memimpin program senjata nuklir rahasia, yang keberadaannya berulang kali disangkal Iran.

Menurut Komandan Korps Garda Revolusi Iran, Laksamana Muda Ali Fadavi, menyatakan Fakhrizadeh dibunuh dengan senjata mesin khusus yang dikendalikan dari jarak jauh dengan dipandu sistem satelit.

Fakhrizadeh dibunuh saat melintas dengan kendaraan di luar ibu kota Teheran pada 27 November lalu. Saat itu dia dikawal oleh sebelas ajudan.

Menurut Fadavi, senapan mesin itu diarahkan tepat ke wajah Fakhrizadeh dan melepaskan 13 kali tembakan.

Pemerintah Iran telah bersumpah akan membalas kematian Fakhrizadeh. Namun, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan mereka akan tetap bersabar dan tidak masuk ke dalam perangkap.

Sejumlah pihak menyatakan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh menjadi bukti bahwa aparat keamanan Iran sudah disusupi, dan negara itu rentan diserang dari dalam. (detikcom/hli)

Komentar