oleh

Bentrok Demo Anti-Putin, Polisi Rusia Tahan Sekitar 2.000 Pendukung Navalny

Headlines.id – Polisi Rusia bentrok dengan pengunjuk rasa di Moskow dan menangkap setidaknya 2.131 demonstran. Demo ini mengecam pemerintah Vladimir Putin dan menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexie Navalny.

Dilansir AFP, Minggu (24/1/2021) pemantau OVD-Info melaporkan bahwa polisi Rusia menangkap setidaknya 2.131 demonstran pada protes yang diadakan di puluhan kota, 795 penangkapan dilakukan di ibu kota Moskow.

Puluhan ribu pendukung melakukan unjuk rasa di seluruh Rusia setelah Navalny ditahan di bandara Moskow pada saat kedatangan dari Jerman, di mana dia telah pulih dari keracunan yang hampir mematikan.

Baca :  Raja Salman Kutuk Serangan Israel, Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

Para pengunjuk rasa membanjiri lapangan Pushkin di pusat kota Moskow dan jalan-jalan di sekitarnya. Demonstran melempari polisi anti huru hara yang bersenjata lengkap dengan bola salju. Massa kemudian ditahan dengan jumlah besar dan dipukul mundur oleh aparat yang memegang tongkat.

Para pengunjuk rasa juga tumpah ke jalan raya utama ibu kota Rusia, Jalan Tverskaya, dan berbaris menuju Kremlin sebelum bubar ke seluruh pusat kota.

Baca :  Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?

Para pengunjuk rasa pada satu titik berkumpul di tangga sirkus Moskow, menerangi kerumunan dengan ratusan lampu ponsel dan melemparkan bola salju ke mobil polisi.

“Penjahat berseragam melindungi para penjahat di pucuk pimpinan,” kata Vera Spivakova, seorang pensiunan berusia 71 tahun, kepada AFP di Moskow.

“Putin dan kaum oligarki takut kehilangan palung mereka,” katanya.

Baca :  Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?

Di antara orang yang ditahan di ibu kota adalah istri Navalny Yulia Navalnaya – yang kemudian dibebaskan – dan aktivis terkemuka Lyubov Sobol. Beberapa rekan Navalny didenda dan dipenjara pada malam protes.

“Betapa senangnya kamu ada di sini!” Yulia Navalnaya menulis di Instagram sebelum dimasukkan ke dalam mobil polisi. (detikcom/hli)


Komentar