oleh

Jokowi Target Herd Immunity Tercapai Setahun Usai 70% Warga Divaksin

Headlines.id – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menargetkan herd immunity atau kekebalan komunitas tercipta dalam waktu satu tahun usai 70% masyarakat Indonesia mendapat vaksinasi. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam press briefing terkait program 3T, Gerakan Donor Plasma, UMKM Digital, serta Bantuan dan Solidaritas Bencana.

“Herd immunity ini ditargetkan oleh Bapak Presiden bisa dicapai dalam waktu satu tahun setelah 70 persen masyarakat dilakukan vaksinasi,” ujar Airlangga, Kamis (21/1/2021).

“Nah untuk melakukan vaksinasi itu, kita punya 3.000 rumah sakit, punya 30 ribu vaksinator, sehingga kalau rata-rata 30 vaksin per hari, bisa satu juta per hari dilakukan vaksinasi. Dengan kemampuan ini tentu harus dibarengi dengan ketersediaan vaksin itu sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya Airlangga mengungkapkan pemerintah tengah mengintensifkan program 3T (testing, tracking, dan treatment) menanggapi kasus COVID-19 di Indonesia yang semakin tinggi, termasuk salah satunya dengan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Ke depan pemerataan testing itu sangat penting, karena kita melihat bahwa ada beberapa perkembangan kasus di mana secara nasional sudah 939 ribu kasus, kasus aktif 15,9%, sembuh 81,2% dan yang meninggal 2,9%. Ini menurun dari yang lalu, namun masih di atas global,” ujarnya.

“Sehingga program testing, tracking, dan treatment, saya garis bawahi yang treatment itu peningkatan pelayanan kesehatan. Menkes sudah buat surat edaran untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit baik milik pemerintah, daerah, maupun BUMN untuk menyediakan di masing-masing 30% untuk menerima kasus pasien COVID-19,” imbuhnya.

Airlangga menyebut testing mingguan di Indonesia sudah memenuhi standar WHO, tetapi tetap akan didorong lebih banyak di zona merah. Ia berharap dengan dibarengi program 3M dan mulainya vaksinasi, penyelesaian masalah pandemi COVID-19 bisa segera selesai.

Adapun pemerintah menangani zona merah berdasarkan empat kriteria, yaitu tingkat kematian di atas rata-rata nasional, kasus aktif di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, dan tingkat keterisian rumah sakit untuk ICU dan isolasi di atas 70%.

“Dengan keempat kriteria itu, dari situ tentu penanganan dilakukan untuk yang treatment, pelayanan kesehatannya ditingkatkan, lalu ketersediaan obat-obatan. Kemudian kemarin ada juga gerakan donor plasma konvalesen. Kemudian buat mereka yang tidak sakit, nah itu dilakukan vaksinasi agar terjadi kekebalan secara masyarakat,” ujarnya. (detikcom/hli)

Komentar