oleh

Ganjar: 285 Nakes di Jateng Tidak Hadir Vaksinasi COVID-19 Tahap I

Headlines.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkap sebanyak 285 tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya tidak hadir vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Ratusan nakes itu berasal dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang dan Kota Surakarta (Solo).

Ganjar menyebutkan dari data sampai 19 Januari 2021 kemarin pukul 14.00 WIB, sudah 4.415 nakes di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kota Surakarta yang divaksin atau 13,2 persen dari seluruh nakes.

“Pelaksanaan sampai dengan tanggal 19, Kota Semarang sudah sekitar 2.219 atau 11,8 persen, Kabupaten Semarang 655 atau sekitar 16 persen, Kota Surakarta 1.541 berarti 15 persen. Sehingga rata-rata kita sudah 13,2 persen atau 4.415 yang sudah divaksin,” kata Ganjar usai rapat evaluasi vaksinasi COVID-19 di kantornya, Rabu (20/1/2021).

Baca :  Berduka, Anies dan Keluarga Salat Gaib untuk Tengku Zulkarnain

Ia juga menjelaskan ada nakes yang ditunda penyuntikannya dari jadwal karena kondisi kesehatan dan juga ada yang tidak hadir karena berbagai alasan. Ganjar menyebut untuk yang ditunda atau yang tidak hadir akan dijadwal ulang.

“Kota Semarang ada yang ditunda dan komorbid 245, yang tidak hadir 178, kita lagi klarifikasi satu-satu. Kabupaten Semarang, 72 ditunda atau ada komorbid, tidak hadir 6, Surakarta ditunda 196, tidak hadir 98. Jadi yang ditunda dan komorbid 540 yang tidak hadir 285,” ujarnya.

Baca :  WN China Masuk RI, Imigrasi: Untuk Proyek Strategis Nasional Bukan Wisata

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan ada berbagai alasan yang diketahui dari nakes yang tidak hadir itu. Ia menegaskan tidak ada penolakan vaksin COVID-19 dari nakes di Jateng.

”Pantauan kami ada alasan semua, jadi tidak ada menolak vaksin. Alasannya antara lain sedang sakit, ada keperluan penting sekali, ada yang program kehamilan, jadi ada alasannya semua. Komorbid paling banyak hipertensi, kedua diabetes,” jelas Yulianto.

Baca :  Ngabalin Bela Jokowi soal Pidato Bipang Ambawang: Presiden Semua Agama

Untuk yang beralasan program kehamilan, Yulianto menjelaskan bakal melakukan koordinasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgin) yang mengetahui soal masalah reproduksi.

“Sebenarnya akan konsultasikan apakah menjadi kontraindikasi atau tidak, dokter obgin yang tahu soal reproduksi,” terangnya. (detikcom/hli)


Komentar