oleh

Mahfud Bicara Kerumunan Jadi Pembunuh Potensial, FPI Bawa-bawa Pilkada

Headlines.id – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengingatkan orang yang sengaja melakukan kerumunan berpotensi menjadi pembunuh terhadap kelompok rentan. FPI pun melempar sindiran soal penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan di Pilkada 2020.

“Teriring doa, semoga akan tegas juga kepada pelaku kerumunan saat pilkada ini,” kata Ketua DPP FPI Slamet Maarif kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Namun Slamet menghargai pendapat Mahfud. Slamet menyebut Mahfud tengah menjalankan kewajiban pemerintah.

“Pak Mahfud sedang melakukan kewajiban atas nama pemerintah, kami hargai dan hormati,” ujar Slamet.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md memperingatkan semua pihak untuk tidak membuat kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa secara besar. Dia mengingatkan orang yang sengaja melakukan kerumunan berpotensi menjadi pembunuh terhadap kelompok rentan.

“Orang yang sengaja melakukan kerumunan massa tanpa mengindahkan protokol kesehatan, berpotensi menjadi pembunuh potensial terhadap kelompok rentan. Pemerintah mendengar dan mendapatkan keluhan serta masukan dari berbagai kalangan seperti dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat, dari purnawirawan TNI dan Polri, dari dokter, dari relawan, serta kelompok-kelompok masyarakat sipil yang bergelut dengan perjuangan kemanusiaan dalam mengatasi COVID-19,” ujar Mahfud dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, yang disiarkan secara langsung, Senin (16/11).

Mahfud angkat bicara terkait kerumunan massa besar selama sepekan terakhir, khususnya pada 10-13 November, termasuk acara pesta pernikahan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Habib Rizieq Syihab di DKI. Mahfud menyebut praktik pelanggaran protokol kesehatan, termasuk perusakan fasilitas umum dikeluhkan sejumlah pihak.

Apalagi, selama 8 bulan ini, pemerintah juga berupaya menekan angka kasus Corona. Selama kurun waktu itu, lanjut Mahfud, telah menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya kesadaran masyarakat soal protokol kesehatan.

“Namun pelanggaran secara nyata protokol kesehatan dengan berkumpulnya ribuan orang dalam sepekan terakhir ini bisa membuyarkan segala upaya yang telah kita lakukan 8 bulan terakhir,” jelas dia. (detikcom/hli)

Komentar