oleh

Seminggu PSBB Ketat di Jakarta, Golkar DKI Ungkit Hotel untuk Isolasi

Headlines.id – Selepas satu minggu penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI diperketat, Golkar DKI Jakarta meminta Pemprov memperhatikan fasilitas kesehatan. Salah satu hal yang perlu segera diselesaikan adalah soal hotel menjadi tempat isolasi mandiri.

“Terkait fasilitas kesehatan, kami minta Pemprov DKI selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat sehingga bisa carikan bersama solusinya, seperti penyediaan hotel bintang 2 dan 3, selain Wisma Atlet,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Judistira memberi contoh kebijakan di Kabupaten Tangerang. Di sana, ada hotel untuk menampung pasien orang tanpa gejala.

“Contoh di Kabupaten Tangerang, itu sudah menyiapkan salah satu hotel bintang 3, sebagai rumah singgah untuk menampung pasien non gejala, dan saya pikir baik. Ini menjadi contoh bagaimana mengatasi kekurangan ruang isolasi di DKI Jakarta,” katanya.

Namun, secara umum, pelaksanaan PSBB selama seminggu ini sudah berjalan dengan baik. Perangkat kerja pemerintah dari tingkat provinsi sampai tingkat paling bawah sudah berjalan.

“Tentu apresiasi kami kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta mulai dari level tertinggi Pak Gubernur, Wagub, sampai perangkat kecamatan dan kelurahan serta RT dan RW juga TNI-Polri yang bergerak bersama melakukan, tidak hanya sosialisasi, edukasi 3M, tapi juga penindakan terhadap pelanggar PSBB,” ujar Judistira.

“Termasuk pemerintah pusat juga memberikan perhatian dan bantuan kepada kita di DKI,” ucapnya.

Sebelumnya, soal hotel untuk ruang isolasi, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Maulana Yusran menyampaikan saat ini sudah ada 27 hotel bintang 2 dan 3 di DKI Jakarta yang akan menjadi tempat isolasi mandiri pasien COVID-19 orang tanpa gejala (OTG).

“Kami secara internal juga melakukan rapat konsolidasi untuk menanyakan ada siapa saja yang berminat. Posisi saat ini sih sudah ada 27 hotel dengan total kamar sekitar 3.700,” kata Maulana dalam talk show yang disiarkan di YouTube BNPB Indonesia, Kamis (18/9). (detikcom/hli)

Komentar