oleh

Trump Akan Kunjungi Kota Tempat Jacob Blake Ditembak 7 Kali

Headlines.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan berkunjung ke Kenosha, Wisconsin tempat Jacob Blake ditembak 7 kali di punggungnya. Kunjungan itu akan dilakukan pekan depan.

Dilansir dari AFP, Minggu (30/8/2020), Trump akan menemui polisi Kenosha pada Selasa (1/9/2020) pekan depan. Trump juga akan mengecek langsung kerusakan akibat kerusuhan yang dipicu penembakan terhadap Jacob Blake.

Kunjungan Trump itu disampaikan oleh Juru Bicara Gedung Putih Judd Deere pada Sabtu (29/8). Namun, Deere tidak mengatakan apakah Trump akan bertemu dengan keluarga Jacob Blake.

Seperti diketahui, pria kulit hitam bernama Jacob Blake ditembak 7 kali oleh petugas kepolisian. Blake ditembak di depan anak-anaknya sendiri yang masih kecil. Blake sendiri kabarnya berhasil selamat, namun kondisinya cukup kritis.

Penembakan keji terhadap Jacob Blake pun berbuntut panjang. Demonstari besar-besaran dilakukan di sejumlah wilayah di AS.

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan di kota-kota besar nasional musim panas ini karena kematian orang kulit hitam di tangan polisi, termasuk George Floyd di Minneapolis pada bulan Mei.

Ini adalah kerusuhan sipil paling luas di Amerika Serikat selama beberapa dekade.

Liga olahraga utama AS termasuk NBA terpaksa menangguhkan permainan karena pemain Afrika-Amerika dan pemain lain yang marah karena penembakan itu bergabung dengan gelombang kemarahan nasional terbaru atas ketidakadilan rasial dan kesalahan polisi.

Pada hari Jumat, puluhan ribu pengunjuk rasa memadati ibu kota AS untuk pawai massal yang menandai ulang tahun pidato bersejarah ‘Saya punya mimpi’ Pendeta Martin Luther King Jr pada 28 Agustus 1963.

Demonstrasi itu dinamakan ‘Lepaskan Lutut Anda dari Leher”. Hal ini mengacu pada Floyd, yang mati lemas di bawah lutut seorang polisi.

Keluarga Floyd, Blake dan Breonna Taylor – seorang pria kulit hitam berusia 26 tahun yang ditembak mati oleh polisi di apartemennya Maret lalu – tampak bergiliran berbicara kepada lautan orang, yang berulang kali meneriakkan nama korban.

“Amerika Hitam, saya menganggap anda bertanggung jawab,” kata saudara perempuan Blake, Letetra Widman.

“Kamu harus berdiri, kamu harus berjuang, tetapi tidak dengan kekerasan dan kekacauan. Dengan cinta diri,” sambungnya. (detikcom/hli)

Komentar