oleh

AS-China Bahas Kesepakatan Dagang Tahap Pertama, Apa Hasilnya?

Headlines.id

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih panas dalam beberapa waktu terakhir. Kini AS dan China mencoba kembali berkomitmen dalam membahas kesepakatan dagang tahap pertama. Kedua negara ingin kembali bekerja sama dan mengurangi ketegangan.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (25/8/2020), Perwakilan Dagang AS mengatakan kedua negara membahas langkah-langkah yang telah diambil China. Termasuk soal perlindungan hak kekayaan intelektual negara dan menghilangkan hambatan bagi perusahaan AS di bidang keuangan dan pertanian.

Sementara pihak Kementerian Perdagangan China mengatakan kesepakatan dagang tahap satu dibahas kembali untuk mengingatkan kedua belah pihak atas perjanjian yang telah disepakati Januari lalu. Di mana, China belum memenuhi perjanjian untuk pembelian barang pertanian, energi, dan manufaktur dari AS senilai US$ 130 miliar.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He Senin malam waktu Washington.

“Para pihak juga membahas peningkatan signifikan dalam pembelian produk AS oleh China serta tindakan di masa depan yang diperlukan untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut,” ungkap perwakilan AS tersebut.

Perlu diketahui AS dan China telah menandatangani perjanjian kesepakatan dagang fase satu pada Januari 2020. Saat itu berbagai kesepakatan dagang berlaku pada 15 Februari 2020. Kini kedua negara kembali membahasnya kembali. Setelah sebelumnya ditunda Presiden AS Donald Trump karena mengecam peran China dalam menangani pandemi COVID-19.

China pun mengubah peraturan perizinan impor berbagai produk pertanian dan makanan AS. Selain itu, menghapus batas ekuitas asing dalam asuransi, sekuritas, dan kontrak berjangka. Akhirnya memberi lampu hijau kepada perusahaan AS seperti American Express Co, MasterCard Inc. dan Fitch Ratings Inc. untuk memasuki pasar China.

Trump juga telah memproyeksikan nada berdamai. Dalam beberapa hari terakhir, dia terdengar lebih puas dengan kepatuhan China terhadap kesepakatan perdagangan bahkan tentang penanganan virus Corona di China.

 

Komentar