oleh

Inter Kalah, Pengalaman Jadi Alasan Buat Conte

Hal itu diungkapkan Conte selepas Inter Milan kalah 2-3 dari Sevilla pada final Liga Europa di Rhein Energie Stadion, Sabtu (22/8/2020) dini hari WIB. Hasil itu memastikan Sevilla jadi juara Liga Europa musim 2019/2020.

Meski mengawali laga dengan baik berkat penalti Romelu Lukaku, Inter nyatanya mengakhiri pertandingan dengan buruk. Terasa lebih buruk karena gol penentu kemenangan Sevilla yang dicetak Diego Carlos mendapatkan sentuhan nasib.

Tendangan saltonya mengenai kaki Romelu Lukaku, yang berusaha menghalau bola. Padahal sebenarnya sepakan Carlos terlihat meluncur ke luar lapangan, tapi defleksi itu membelokkannya ke dalam gawang.

Secara permainan, kedua tim relatif berimbang. Inter punya empat peluang on target berbanding lima milik Sevilla. Tapi dalam upaya melepaskan tembakan, Sevilla harus diakui punya catatan lebih baik dengan 14 berbanding sembilan punya Inter.

Pelatih Inter Milan Antonio Conte menilai pengalaman besar Sevilla di Liga Europa memainkan peran krusial. Sevilla sebelumnya sudah lima kali memenangi kejuaraan ini, dengan tiga yang teranyar dipetik secara beruntun pada 2014-2016.

Sedangkan Inter kali terakhir juara di ajang yang sama pada 1997/1998 silam semasa masih bertajuk Piala UEFA. Di kompetisi Eropa, ini adalah final pertama Nerazzurri sejak memenangi Liga Champions 2009/2010.

Bahkan kali terakhir Inter merasakan final dan mengangkat trofi adalah sembilan tahun lalu saat juara Coppa Italia 2010/2011. Hal ini menghadirkan tekanan yang berbeda.

“Ini adalah pertandingan yang berat dan seimbang. Di babak kedua, satu insiden saja bisa menentukan pertandingan. Kami punya sejumlah peluang untuk mencetak gol dan kemudian kami tidak beruntung dengan defleksi dari kaki Romelu,” ungkap Conte di situs resmi UEFA.

“Saya tak punya banyak penyesalan, para pemain saya sudah memberikan segalanya melawan tim yang terbiasa memainkan partai-partai semacam ini. Saya rasa pengalaman mereka (Sevilla) pada akhirnya membuat perbedaan malam ini.”

“Para pemain saya harus fokus ke fakta bahwa merek bekerja sangat keras musim ini dan sudah berkembang pesat. Mereka mencapai final yang penting. Banyak pemain muda mendapatkan dosis besar akan pengalaman berharga. Mereka bisa lanjut jalan di jalur ini dengan kepercayaan diri besar,” kata pelatih 51 tahun itu.(sumber)

Komentar

Topik