oleh

IDI hingga PDGI Minta Jokowi Tunda Pelantikan KKI?

Headlines.id – Organisasi dan asosiasi dokter meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelantikan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Apa alasannya “Kami tadi bersama berembug dengan kawan-kawan karena kami melihat di Keputusan Presiden itu tidak ada nama-nama yang diusulkan oleh asosiasi seprofesi yang itu. Kami sudah usulkan ke Kemenkes sesuai UU Praktik Kedokteran dan peraturan presiden,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih, kepada wartawan seperti dikutip dari detikcom, Selasa (18/8/2020).

Selain IDI, organisasi dan asosiasi yang menolak pelantikan tersebut ialah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AFDOKGI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (MKKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI).

Daeng Faqih mengatakan tak ada nama-nama dari asosiasi yang akan dilantik Jokowi besok pagi. Dia mengaku tidak tahu penyebab munculnya nama-nama baru yang akan dilantik Jokowi.

“Tidak ada sama sekali padahal kami sudah mengusulkan, 7 asosiasi profesi sudah mengusulkan. Kami kurang mengetahui, karena kami juga baru tahu ini,” ujarnya.

Dia mengatakan sudah menyampaikan surat kepada pihak Istana terkait permohonan penundaan pelantikan. Dia mengatakan pihak organisasi dan asosiasi siap bertemu dengan Jokowi.

Daeng Faqih mengatakan pihaknya telah mengusulkan nama-nama orang yang dianggap terbaik saat ini. Dia mengatakan pihaknya sudah mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait pengusulan nama-nama.

“Menurut UU dan perpres, kami mengusulkan. Kemudian, setelah kami usulkan, dari usulan itu akan dipilih. Kami diminta usulkan 2N atau 3N. Diusulkan dari masing-masing asosiasi dan organisasi profesi maksudnya agar orang yang dianggap terbaik yang jadi anggota kami. Karena KKI ini mengatur standar-standar, standar dari pendidikan kedokteran hingga standar kompetensi. Orang yang diusulkan menurut kami sudah capable. Kami harap kalau itu resmi diusulkan organisasi profesi adalah orang yang terpilih di jamannya untuk menjalankan tugas terbaik,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua PDGI, Sri Hananto Seno. Dia mengatakan pihaknya meminta pelantikan ditunda juga untuk menyelamatkan Jokowi.

“Saya Ketua PDGI. Jadi KKI itu kan organisasi seprofesi PDGI. Kita mengacu pada UU 29/2004, pada Pasal 14 ayat 1, keanggotaan KKI ditetapkan oleh presiden atas usulan menteri. Pasal berikutnya menteri dalam mengusulkan KKI harus berdasarkan usulan organisasi profesi dan asosiasi sebagaimana dimaksud Pasal 1,” ujarnya.

“Tapi tak ada nama yang kami usulkan. Orang-orang itu mewakili organisasi seprofesi tapi itu tidak pernah kami usulkan. Keputusan presiden itu cacat hukum yang harus diperbaiki. OKI kami menyelamatkan presiden jangan sampai melantik orang yang melanggar hukum,” tambah Hananto.

Dia berharap Jokowi menunda pelantikan besok pagi. Dia mengatakan tak ingin agar situasi ini mempengaruhi para dokter yang tengah berjuang menangani pandemi COVID-19.

“Harapan bahwa presiden bisa menunda dulu. Persoalan ini diluruskan kemudian mengkaji kembali usulan-usulan itu harus sesuai UU, jangan melanggar UU. Kalau dilanjut terus, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami kan sangat sibuk dengan COVID-19 ini. Sangat sibuk tapi kok sekarang dirusuhi lagi dengan masalah ini. Ini kan membuat kegaduhan dengan keputusan ini. Jangan sampai presiden kita malah membuat gaduh orang-orang yang sedang berperang dengan COVID-19. Kalau ini dimunculkan akan kacau. COVID-19 tak tertangani dengan baik, ini ada masalah lagi,” ungkapnya. (detikcom/hli)

Komentar