oleh

DPRD DKI Minta Satpol PP dan TNI Polri Awasi Warga Agar Tak Lomba 17-an

Headlines.id – DPRD DKI Jakarta setuju dengan imbauan Pemprov DKI yang meminta warga tak membuat lomba di peringatan 17 Agustus nanti. DPRD menegaskan penyebaran Corona di Ibu Kota terus meningkat sehingga aparat keamanan perlu melakukan patroli secara lebih masif.

“DKI sekarang sedang fokus melawan wabah, penyebarannya naik signifikan setiap hari. Kalau lomba 17 Agustus ditiadakan karena pandemi, saya rasa itu keputusan yang tepat. Tidak mengadakan lomba, bukan berarti tidak merayakan hari kemerdekaan kita,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani kepada wartawan, seperti dikutip dari detik.com Jumat (14/8/2020).

Berdasarkan pengamatannya, Zita menyebut saat ini warga DKI telah memasang atribut untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-75. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak membuat acara yang menimbulkan kerumunan.

“Saya lihat sudah banyak bendera yang naik di rumah-rumah warga, umbul-umbul dan design gapura di buat untuk menyambut HUT RI. Saya rasa itu adalah bagian dari kita merayakannya. Untuk saat ini, itu sudah cukup untuk sebuah perayaan, tidak perlu berlebihan sampai berkumpul mengadakan satu acara,” jelasnya.

Zita meyakini warga DKI Jakarta juga sepakat dengan keputusan itu. Sehingga diharapkan tidak ada lomba di setiap RT/RW untuk perayaan di 17 Agustus nanti.

Saya rasa semua RT/RW sudah satu frekuensi dengan Pak Gubernur, sepakat kalau tidak di adakan lomba di lingkungannya masing-masing,” kata dia.

Zita berharap aparat keamanan agar terus melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan. Dia menyebut pengawasan perlu dilakukan hingga RT/RW.

“Jadi mulai sekarang sampai 17 Agustus nanti, Satpol PP dan TNI-Polri tugasnya tidak hanya menjaga di pinggir jalan saja. Harus masuk ke dalam gang-gang, lingkungan warga, pastikan tidak ada perkumpulan di sana,” sebut dia.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga Jakarta tidak menggelar kegiatan yang dapat mengumpulkan massa selama pandemi virus Corona. Salah satunya adalah perlombaan 17-an.

“Seluruh aktivitas sosial bersama yang menyebabkan kerumunan itu akan ditunda. Dan ini artinya, kegiatan Car Free Day kami putuskan untuk ditiadakan, karena Car Free Day ini berpotensi kerumunan. Yang kedua, adalah perayaan 17 Agustusan. Menghias kampung, rumah, maupun kantor bisa tetap berjalan. Kalau mau melaksanakan upacara diperbolehkan dengan jumlah yang terbatas. Tapi, lomba-lomba yang biasanya dilakukan itu ditiadakan,” ujar Anies dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/8). (detik.com/hli)

Komentar