oleh

Menhan Prabowo Tinjau Pembuatan Kapal Perang TNI di Bekasi

Jakarta –

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan tinjauan ke PT Tesco Indomaritim di Babelan, Bekasi, Jawa Barat, kemarin. Prabowo ingin melihat secara langsung pemenuhan alutsista khusunya pembuatan kapal perang TNI.

Dalam tinjauannya itu, Prabowo terlihat didampingi beberapa anggota TNI dan sekretaris pribadinya. Dia nampak berjalan dan melihat secara langsung kapal-kapal buatan perusahaan swasta tersebut.

“Dalam kunjungan ini, Menhan ingin melihat secara langsung kapasitas, kemampuan dan kesiapan Industri pertahanan swasta salah satunya adalah PT Tesco Indomaritim dalam turut serta memenuhi kebutuhan Alutsista TNI khususnya kapal perang,” cuit akun Twitter resmi Kementerian Pertahanan @Kemhan_ri seperti dilihat detikcom, Kamis (6/8/2020).

 

Dalam unggahan Kemenhan, beberapa kapal pesanan TNI AD dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Mulai dari kapal cepat KMC Komando hingga kapal pesanan TNI dengan panjang 38 meter.

“Antara lain Kapal Cepat KMC Komando, termasuk TNI AL seperti Landing Craft Vehicle Personel 12 Meter, Fast Patrol Boat 28 Meter, Landing Carrier Utilities 24 Meter, KAL 28 meter, RFIB dan kapal pesanan TNI panjang 38 meter,” ujarnya.

 

Pada 7 Juli 2020, Jokowi mengumpulkan sejumlah menteri dalam rapat terbatas. Jokowi meminta jajarannya bekerja berdasarkan konteks krisis dan tidak seperti dalam keadaan normal biasa. Selain itu, pembelanjaan pemerintah harus mengutamakan produk-produk yang ada di dalam negeri.
“Saya minta semuanya dipercepat, terutama yang anggarannya besar-besar. Ini Kemendikbud ada Rp 70,7 triliun, Kemensos Rp 104,4 triliun, Kemenhan Rp 117,9 triliun, Polri Rp 92,6 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 32,7 triliun,” kata Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7).

Dari banyak menteri yang hadir, Jokowi memberi penekanan khusus untuk Prabowo. “Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini,” tuturnya.

 

Kala itu, Jubir Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan prioritas belanja Kementerian Pertahanan ialah produk dalam negeri. Dahnil merinci Rp 117 triliun alokasi anggaran Kemhan 2020 digunakan sekitar 55 persennya untuk belanja prajurit TNI dan ASN Kemhan-TNI, 20 persen operasional, perawatan alutsista, dan lain-lain

“Kalau bicara belanja Kemhan secara agregat, maka 85 persen dibelanjakan di dalam negeri,” kata Dahnil.

Komentar