oleh

TikTok Ditawar Rp 733 Triliun

Headlines.id – Sejumlah investor ByteDance menawar TikTok — anak usahanya — dengan nilai sekitar USD 50 miliar atau sekitar Rp 733 triliun, jauh lebih tinggi dibanding pesaingnya seperti Snap.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip Reuters, Kamis (30/7/2020), para investor ByteDance seperti Sequoia dan General Atlantic sudah mengajukan proposal untuk memindahkan mayoritas kepemilikan TikTok ke mereka.

Tak cuma itu, ada sejumlah perusahaan lain yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk mengakuisisi TikTok.

Penawaran yang diajukan oleh para investor ByteDance itu mencapai USD 50 miliar, atau 50 kali lebih besar dari proyeksi pemasukan TikTok pada 2020, yang hanya USD 1 miliar. Sebagai perbandingan, valuasi Snap saat ini hanya 15 kali dari proyeksi pemasukan mereka pada 2020, atau sekitar USD 33 miliar.

Padahal, ByteDance ‘hanya’ mengeluarkan uang sebesar USD 1 miliar untuk mengakuisi Musical.ly pada 2017, yang kemudian mereka sulap menjadi TikTok pada tahun yang sama.

Belum jelas langkah apa yang akan diambil oleh pendiri dan CEO ByteDance Yiming Zhang. Baru-baru ini para eksekutif ByteDance mendiskusikan valuasi TikTok yang melebihi USD 5 miliar.

TikTok saat ini tumbuh sangat cepat karena mereka menghasilkan sangat banyak uang dari iklan. Mereka memperkirakan pemasukannya akan mencapai USD 6 miliar pada 2021. Sementara itu, Douyin — TikTok versi China — saat ini punya target pemasukan mencapai USD 28 miliar pada 2020.

ByteDance yang merupakan induk TikTok saat ini mempunyai valuasi USD 140 miliar, yang terungkap saat Cheetah Mobile — salah satu pemegang sahamnya — menjual sebagian kecil sahamnya di perusahaan itu.

ByteDance sendiri saat ini memang tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk TikTok, yang saat ini berada dalam tekanan dari pemerintah Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, TikTok sendiri sangat populer di kalangan remaja.

Namun di sisi lain, TikTok terus menjadi bulan-bulanan pemerintah AS lewat berbagai pernyataan dan pelarangan penggunaan aplikasi tersebut. Seperti melarang semua pegawai pemerintah federal AS menggunakan TikTok di perangkat milik negara karena masalah keamanan.

Bahkan, Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk memblokir aplikasi tersebut secara penuh di AS, sama seperti yang mereka lakukan pada Huawei. (dtk/hli)

Komentar