oleh

Persamaan Gender, Bangun Bangsa dan Negara

Headlines.id Dalam mengisi pembangunan Indonesia saat ini, kita mesti menempatkan kesetaraan antara Wanita dan Laki-laki, yaitu tidak ada lagi pembedaan kesempatan, akses dan peran bagi keduanya. Hal itu disampaikan H. Abidin Fikri, S.H., M.H saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bersama Tokoh Masyarakat Pergerakan Sarinah Provinsi Lampung, bertempat di Kota Bandar Lampung, Sabtu, (14/9/2019).

Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI itu mengatakan, mari kita amalkan ajaran-ajaran Bung Karno mengenai Sarinah: Kewajiban Wanita dalam Perjuangan Republik Indonesia. “Dalam buku Sarinah tersebut Bung Karno mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan dan anti diskriminasi terhadap peran, kesempatan dan akses wanita dan laki-laki,” Jelas Politisi PDI Perjuangan itu.

Fakta sejarah mencatat bahwa ada dua orang Wanita yang turut serta dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), dimana dalam sidang ini Pancasila dilahirkan pada 1 Juni 1945. “Mereka adalah Maria Ulfa Santoso dan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito. Artinya dalam proses kelahiran Pancasila, Wanita telah mendapat kesempatan dan bersedia berperan dalam berjuang mendirikan negara. Teladan atas proses sejarah itulah yang harus diinsyafi oleh kita semua,” tutur Abidin di hadapan ratusan peserta sosialisasi.

Abidin juga menyampaikan bahwa, kita semua harus memahami tantangan bagi gerakan perempuan saat ini ialah minimnya kemauan perempuan dan minimnya pendidikan atau kaderisasi bagi perempuan. Namun terdapat banyak peluang, yaitu kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki dalam kesempatan dan akses terhadap politik, pendidikan dan pekerjaan.

“Tentu ini semua kita sikapi dalam konteks bahu-membahu gotong royong membangun Indonesia demi masyarakat yang adil dan makmur,” tegas Abidin.

Sementara itu Melinda selaku Ketua Pergerakan Sarinah menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran kaum perempuan untuk berkiprah dalam dunia politik, tanpa perjuangan kaum perempuan sendiri tidak mungkin kesetaraan dengan kaum laki- laki akan terwujud, “kaum perempuan lah yang harus berjuang” ujarnya.(ndw/hli).

Komentar