oleh

Suku Bajau “Manusia Laut” Dengan Ukuran Limpa Yang Besar

Suku Bajau mampu menyelam hingga kedalaman 76 meter lebih dari 3 menit

Penyelaman terdalam yang mampu dilakukan Suku Bajau yang dijuluki manusia laut di Indonesia mencapai 79 meter (259 kaki), ditambah lagi dengan waktu terlama yang bisa mereka lalui di bawah air, lebih dari 3 menit telah membuat ilmuwan dunia terpukau dan tertarik menelitinya.

Suku Bajau adalah suku bangsa yang berasal dari Kepulauan Sulu, Filipina namun saat ini banyak menghuni wilayah Indonesia, yaitu daerah Kalimantan TImur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan beberapa wilayah Sulawesi hingga pulau-pulau di kawasan timur Indonesia lainnya.

Mereka dijuluki manusia laut karena hidupnya lebih banyak di laut dan berpindah-pindah tidak menetap dengan rumah perahu.

Jan Hoole, ahli Biologi dari Universitas Keele, Inggris kemudian tertarik meneliti kehidupan “manusia laut” dari Indonesia, hasilnya membuat Hoole terkejut, Suku Bajau ternyata memiliki adaptasi fisik dan genetik yang mampu membuat mereka melakukan penyelaman laut tidak biasa. Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Cell belum lama ini, seperti dilaporkan di laman theconversation.com.

Penelitian itu membuka wawasan, meski kita selama ini cenderung melihat diri kita sebagai puncak evolusi, namun ternyata evolusi masih terus terjadi pada beberapa kelompok orang. Evolusi itu mengubah mereka agar lebih sesuai dengan lingkungan mereka dan gaya hidup mereka yang tidak biasa.

Orang Bajau laut secara tradisional hidup dalam kehidupan nomaden di rumah perahu, mengeksploitasi sumber daya laut, terumbu karang dan hutan bakau di wilayah tersebut.

Selama abad ke-20, beberapa populasi Bajau menetap di pantai tetapi terus menjalani gaya hidup subsisten (bekerja hanya untuk bertahan hidup) berdasarkan metode penangkapan ikan tradisional mereka. Karena keterbatasan peralatan (Hanya kacamata kayu), kehidupan mereka tergantung dengan kemampuan mereka untuk bisa menyelam jauh dan menahan nafas untuk waktu yang lama di bawah laut.

Tim peneliti internasional mempelajari Suku Bajau dan menemukan bahwa mereka memiliki lima yang secara signifikan lebih besar dari orang-orang yang berada di desa tetangga terutama yang bertani dan tidak menjadikan ikan makanan utama mereka.

Ukuran limpa peneting karena merupakan tempat sel darah merah disimpan. Selama menyelam, limpa berkontraksi dan mendorong sel-sel darah merah ekstra ini ke dalam darah yang mengalir di dalam tubuh, meningkatkan kapasitasnya untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Respon ini juga ditemukan pada mamalia laut lainnya seperti misalnya anjing laut.

Analisis DNA mengungkapkan perubahan lain yang ternyata merupakan salah satu variasi gen paling sering dalam populasi Bajau. Yaitu adalah gen yang membantu mengontrol kadar hormor yang disebut T4, yang diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Hormon ini menyebabkan peningkatan laju metabolisme (jumlah energi yang dapat digunakan tubuh dalam jangka waktu tertentu), yang dapat membantu melawan kadar oksigen yang rendah.

Genetik Suku Bajau juga telah mengalami mutasi yang dapat merespon kemampuan menyelam mereka, gen tersebut bisa membuat darah diperas dari anggota tubuh dan bagian tubuh tidak penting lainnya sehingga otak, jantung dan paru-paru dapat terus menerima oksigen yang dialirkan oleh darah.

Mutasi gen lainnya mencegah tingginya kadar karbon dioksida di darah. Ini semua menunjukan seleksi alam telah membantu membentuk Suku Bajau sehingga membuat mereka dapat menyelam lebih dalam dan lebih lama dari manusia biasa.(wrt/hli)

Komentar